“Ada tujuh jenis plastik yang berbeda karakter. Tipe 1 (PET) hingga tipe 6 sebagian besar bisa didaur ulang, baik menjadi chip maupun diolah menjadi bahan bakar lewat teknologi pirolisis. Hanya beberapa yang memerlukan penanganan khusus seperti tipe 3 dan 7,” jelasnya.
Wahyu mendorong agar Pemkot Cimahi bekerja sama dengan organisasi pengelola sampah yang memahami karakteristik plastik. Ia juga mengusulkan adanya rancangan strategis dan teknis, mulai dari level kelurahan hingga tempat pengolahan akhir seperti TPST Sentiong.
“Anggap titik komandonya adalah per kelurahan. Setiap 5 sampai 10 RW bisa ditangani oleh satu tim spesifik yang mengurusi sampah plastik,” katanya.
Baca Juga:Pembangunan SMKN 1 Cijeungjing Ciamis Diduga Gagal Total, Tersangka di Depan MataSoal Intensif dan Dorong Rapat di Hotel : Tak Sensitif Terhadap Kondisi Masyarakat dan Rawan Pemborosan Anggaran
Teknologi pirolisis, menurut Wahyu, memungkinkan sampah plastik diproses menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif setara solar yang bisa digunakan oleh truk sampah. Hal ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara drastis, tapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Kontribusi keberhasilan penanganan dalam hal ini akan berdampak signifikan. Tidak hanya pada lingkungan, tapi juga pada pemberdayaan warga,”jelasnya.
Wahyu juga menyoroti dampak dominasi plastik terhadap ritase truk sampah. Ia menjelaskan, plastik yang ringan tapi memakan ruang, seperti botol kosong bertutup, membuat kapasitas truk tidak optimal.
“Isi truk secara tonase ringan, tapi kubikasinya menjulang. Ini membuat ritase menjadi tidak efisien,” ujarnya.
Dengan teknologi pirolisis yang digunakan oleh Perbanusa, volume plastik dapat disusutkan hingga 97 persen.
“1,8 meter kubik sampah plastik bisa menjadi hanya 0,05 meter kubik cairan,” jelasnya.
Ia memperkirakan bahwa untuk setiap 50 kg sampah plastik yang tidak dikirim ke TPA, akan tersedia ruang kosong sebesar 1,75 meter kubik dalam truk pengangkut. Hal ini secara langsung dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan dan menekan beban TPA.
Baca Juga:Pemkot Cimahi Naikkan HET Elpiji 3 Kg Jadi Rp19.600, Ini Alasan dan Dampaknya!Tuntut Kejelasan, Ratusan Warga Sukahaji Kembali Geruduk BPN Bandung!
“Kalau Cimahi benar menyumbang 30–40 persen sampah plastik dari total timbulan, maka pengurangan plastik ini akan berdampak luar biasa terhadap sistem pengangkutan,” pungkas Wahyu. (mong)
