JABAR EKSPRES – Aksi demonstrasi long march dari Rumpin menuju Kantor Bupati Bogor, Kamis (19/6/2025) mendapat respons mengejutkan dari Camat Rumpin, Icang Aliyudin.
Ia menegaskan bahwa peserta aksi bukan warga Rumpin, meski mengakui ada mahasiswa asal daerahnya yang ikut turun ke jalan.
“Itu mah cuma 20-an orang, bukan warga Rumpin. Sedikit yang demo, sedikit,” ujar Icang saat dikonfirmasi.
Baca Juga:Respon Aksi Massa Warga Sukahaji, BPN Kota Bandung Masih Tunggu Proses PengadilanPembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang Menelan Anggaran Sekitar Rp130 Miliar
Ketika ditanya soal keterlibatan Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR), ia menjawab santai, “Lah, biasa lah.”
Aksi long march tersebut menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari minimnya penerangan jalan hingga kecelakaan akibat jalan rusak. Namun, Icang menilai tuntutan itu tidak sepenuhnya tepat.
“Penerangan jalan itu nyala. Memang bukan pakai lampu LED, dan memang ada pohon-pohon dari perhutani yang mengganggu. Tapi kami sudah koordinasi dengan Dishub soal penggantian PJU,” jelasnya.
Terkait kondisi jalan, Icang justru menyoroti fasilitas di sekitar kantornya yang menurutnya sudah baik.
“Kalau jalan di depan kantor Kecamatan bagus. Kecelakaan kemarin itu nabrak dari belakang, bukan karena jalannya,” tegasnya.
Yang paling disorot, Icang tampak enggan menanggapi insiden kecelakaan yang menewaskan warga Rumpin akibat truk tambang pada bulan ini. Ia menyebut persoalan itu bukan tanggung jawabnya.
“Itu urusan Kabupaten, kewenangan Kabupaten,” katanya singkat.
Aksi long march tersebut merupakan bentuk protes terhadap lambannya penanganan infrastruktur dan keselamatan warga di wilayah barat Kabupaten Bogor, terutama di kecamatan Rumpin yang berbatasan dengan kawasan pertambangan. (Sandika Fadilah)
