Hormat untuk Sang Pejuang! Jaksa Agung Pertama RI akan Jadi Nama Jalan di Bogor, Siapa Namanya?

Bupati Bogor Rudy Susmanto berencana mengabadikan nama Jaksa Agung pertama Republik Indonesia, Gatot Taroenamihardja, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau terhadap bangsa.
Bupati Bogor Rudy Susmanto berencana mengabadikan nama Jaksa Agung pertama Republik Indonesia, Gatot Taroenamihardja, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau terhadap bangsa.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bogor Rudy Susmanto berencana mengabadikan nama Jaksa Agung pertama Republik Indonesia, Gatot Taroenamihardja, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau terhadap bangsa.

Rencana tersebut mencakup penamaan ruas jalan dan revitalisasi taman makam yang menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh bangsa itu.

Rudy mengungkapkan, gagasan tersebut berasal dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Irwanuddin Tadjuddin.

Baca Juga:Mantan Dirut PD Petrogas Karawang Ditangkap! Korupsi Rp7,1 M?PGN Kembali Kantongi Predikat “Sangat Sehat AAA”, Bukti Konsistensi Jaga Kinerja dan Efisiensi Biaya

Ia menilai ide itu sebagai langkah tepat untuk mengenang sosok pejuang kemerdekaan yang memiliki integritas tinggi dan dikenal sebagai pemimpin yang jujur.

“Salah satu pembicaraan tadi, ide dan gagasan ini datang dari Pak Kajari Bogor. Beliau ingin memberikan penghormatan kepada Jaksa Agung pertama Republik Indonesia,” ujar Rudy pada Kamis (19/6).

Diketahui, Gatot Taroenamihardja dimakamkan di Taman Makam Bahagia yang lokasinya berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor.

Rudy menambahkan, pemerintah daerah mendukung penuh usulan penamaan jalan dan revitalisasi makam tersebut.

Ia menilai hal ini sebagai bentuk penghargaan dan pengingat bagi generasi muda atas perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Pak Kajari berharap proses revitalisasi Taman Makam Bahagia bisa segera dilakukan, sekaligus memberikan nama jalan atau area makam dengan nama Jaksa Agung pertama,” jelasnya.

Menurut Rudy, penghargaan seperti ini penting agar masyarakat tidak melupakan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan, bukan hadiah.

Baca Juga:IPDN Kampus Jatinangor Sumedang Siap Jadi Tempat Pelaksanaan Retret Kepala Daerah Gelombang KeduaPembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang Dimulai, Tiang Pancang Pertama Resmi Ditanam

“Kita tidak boleh lupa, bangsa ini berdiri bukan karena hadiah, tapi karena darah dan perjuangan para pendahulu kita,” pungkasnya.

0 Komentar