Tak hanya BlackBerry, Gen Z kini juga melirik ponsel lain yang disebut “dumbphone”, yakni perangkat yang hanya memiliki fitur dasar seperti telepon dan SMS.
Tanpa akses ke media sosial dan aplikasi canggih, dumbphone memberikan pengalaman digital yang minim distraksi dan lebih sehat secara mental.
Beberapa bahkan menganggapnya sebagai bentuk protes terhadap kapitalisme data dan invasi privasi yang dilakukan oleh perusahaan teknologi besar.
Baca Juga:Dukung Pemerataan Akses Kesehatan, Dräger Indonesia Luncurkan Ventilator Dräger Pertama Buatan Indonesia, Savina 300 IDViral Pengantin Wanita Pingsan Saat Lihat Dekorasi Tak Sesuai Janji WO
Budaya retro kini bangkit, tak hanya dalam bentuk gadget, tapi juga melalui piringan hitam, kaset, majalah cetak, hingga game 8-bit.
Tren “offlining” atau menjauh dari dunia digital tampak jelas di kalangan Gen Z.
Berdasarkan riset dari lembaga GWI, mereka adalah satu-satunya generasi yang mencatat penurunan durasi penggunaan media sosial sejak tahun 2021.
Meskipun terlahir dalam dunia digital, semakin banyak Gen Z yang berupaya membatasi screen time mereka.
Menurut laporan Newsweek (23/5), pelaku digital detox melaporkan bahwa mengurangi waktu di depan layar mampu meningkatkan fokus, produktivitas, serta memperdalam koneksi dengan orang-orang di sekitar mereka.
Namun, detoks digital juga datang dengan tantangan baru. Hidup tanpa smartphone kini tidaklah mudah, mengingat semakin banyak layanan publik dan bisnis seperti restoran mengandalkan QR code dan sistem digital.
Kembalinya BlackBerry dan ponsel jadul di kalangan Gen Z bukan hanya soal gaya, tapi refleksi dari kegelisahan generasi muda terhadap dunia digital yang makin invasif dan melelahkan.
Baca Juga:Jakarta Fair 2025 Resmi Dimulai, Berikut Jam OperasionalnyaAturan Baru ASN Boleh WFA dan Jam Kerja Fleksibel
Ini adalah bentuk perlawanan terhadap kecanduan teknologi dan pencarian akan makna kehidupan yang lebih nyata, lebih sederhana, dan lebih autentik.
Dengan tren yang semakin menguat ini, bukan tidak mungkin jika dalam beberapa tahun ke depan, ponsel sederhana justru menjadi simbol keren yang menyaingi popularitas smartphone canggih.
