UMKM Bandung Digembleng Penggunaan Teknologi dan AI

Sejumlah pelaku usaha mendengar arahan dari Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison.
Sejumlah pelaku UMKM mendengar arahan dari Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 65 pelaku usaha atau UMKM Bandung digembleng penggunaan teknologi digital dan AI, Rabu (18/6). Itu untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Perkembangan teknologi saat ini kian canggih. Termasuk yang saat ini tengah populer adalah tumbuh pesatnya AI.

Perkembangan teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Jika disalah gunakan bisa fatal, namun jika digunakan dengan baik akan berdampak positif. Tak terkecuali dalam dunia usaha.

Baca Juga:Pasar Seni ITB 2025 Guncang Ruang Publik Bandung Lewat Pertunjukan Kejutan ‘Beranda Bersama’Warga Sindanggalih Geger, Ular Sanca Sepanjang 5 Meter Ditemukan Dekat Pemukiman

Adopsi teknologi hingga AI itu jadi salah satu materi yang diajarkan dalam pelatihan berbasis Bootcamp yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) itu.

“Zaman sekarang kalau tak sentuh teknologi baik untuk digitalisasi pemasaran hingga produksi, Ya hampir pasti akan ketinggalan. Kami tak mau itu terjadi,” cetus Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison.

Leontinus melanjutkan, pihaknya sengaja meluncurkan pelatihan berkonsep inkubasi kepada para pelaku usaha. Tujuannya agar materi yang diajarkan termasuk penerimaan lebih optimal.

“Ini kan panjang, bisa banyak studi kasus. Termasuk untuk mengembangkan jejaring juga,” jelasnya.

Leontinus menguraikan, adopsi teknologi ini hanya salah satu bagian materi dalam bootcamp Berdaya Bersama itu. Pelaku usaha akan banyak mendapat wawasan segar dalam dunia usaha.

Mulai dari fundamental bisnis, hingga marketing bisnis. Dan yang tak kalah menarik, mentornya adalah para pelaku usaha yang cukup piawai di bidangnya. “Jadi bukan hanya teori, tapi juga studi kasus dari para praktisi langsung,” cetusnya.

Dalam kesempatan itu, Co Founder Havilla Tea Ajeng Respati menuturkan, sebagai pelaku usaha yang juga cukup penting dimiliki adalah mental usaha.

Baca Juga:Pemkot Bogor Bakal Tambah 50 Personel Satpol PP, Ini Pesan Jenal Mutaqin!Menilik Pengembangan Pesawat Taksi Udara di Kota Bandung

“Mau usaha harus tahan banting. Gak semua orang bisa bisnis. Karena ada masanya mengalami stuck. Harus bisa pulih,” cetus salah satu pelaku usaha yang ikut memberi materi.

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya pemerintah memang harus hadir dalam mengembangkan pelaku usaha khususnya UMKM. “Mereka juga berkontribusi untuk ekonomi,” katanya.

Disinggung soal anggaran, Asep Mulyadi menuturkan bahwa alokasi anggaran memang ada untuk menyasar UMKM. Tapi memang tengah memperhatikan prioritas. Mengingat banyak warga yang di urus dan keterbatasan anggaran juga. “Makanya kami harap pemerintah pusat juga dukung,” cetusnya.

0 Komentar