Imbangi Perkembangan Digital, Polres Tasikmalaya Bentengi Ribuan Pelajar dengan Pelatihan AI

Imbangi Perkembangan Digital, Polres Tasikmalaya Bentengi Ribuan Pelajar dengan Pelatihan AI
Para pelajar saat mengikuti TOT AI dari Polres Tasikmalaya. Foto: Humas Polres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jangan mudah percaya dengan apa yang terlihat di layar ponsel. Foto bisa dipalsukan, video bisa dimanipulasi, bahkan suara dan wajah seseorang kini dapat dibuat seolah-olah benar-benar asli dengan bantuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ancaman di ruang digital inilah yang mulai dibentengi Polres Tasikmalaya. Hingga kini, lebih dari 1.000 pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Tasikmalaya telah mendapat edukasi agar tidak hanya pintar menggunakan AI, tetapi juga mampu mengenali jebakan di balik teknologi tersebut.

Terbaru, edukasi melalui Sosialisasi Training of Trainers (TOT) Paham Artificial Intelligence menyasar siswa SMA KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026) lalu.

Baca Juga:Aktivis Muda KAHMI Hendriyanto Attan Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton SurakartaAZA Hadirkan Persebaya Player Issue Jersey untuk Super League, Material Super Ringan 100 Persen Buatan Indones

Kegiatan ini menjadi penting di tengah semakin mudahnya masyarakat menemukan berbagai produk AI di platform digital. Bagi pelajar, teknologi tersebut bisa menjadi alat bantu belajar dan mengembangkan kreativitas. Namun jika digunakan tanpa kontrol, AI juga dapat menjadi pintu masuk berbagai persoalan digital.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi melalui Kasi Humas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari mengatakan, pemahaman tentang AI bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan bagi generasi muda.

“Melalui sosialisasi ini, kami memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pemanfaatan teknologi AI secara bijak, cerdas, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Triana dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, kepolisian ingin memastikan AI dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran dan pengembangan potensi siswa, bukan justru menjerumuskan mereka pada dampak negatif teknologi.

Sebab, semakin canggih teknologi, semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi penggunanya.

Disinformasi, manipulasi konten, penyalahgunaan data pribadi hingga ketergantungan digital menjadi sejumlah risiko yang perlu dipahami pelajar.

Polres Tasikmalaya juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadi pengguna internet yang mudah percaya terhadap setiap konten yang beredar.

Baca Juga:Kemenkeu Pelototi Program MBG di Daerah, Ini Alasannya! Soal Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran, Pemprov Jateng Siap Jembatani Aspirasi Warga

Foto, video maupun informasi yang tampak meyakinkan belum tentu menggambarkan fakta sebenarnya. Terlebih, teknologi AI kini memungkinkan berbagai bentuk konten digital diproduksi dengan semakin mudah.

“Pelajar harus aware terhadap berbagai informasi digital sehingga tidak menjadi korban penyalahgunaan AI seperti informasi hoaks, baik berupa gambar, video maupun berbagai jenis produk AI yang kini mudah ditemui di berbagai platform media digital,” kata Triana.

0 Komentar