JABAR EKSPRES – Pundi-pundi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Jawa Barat yang diakui nasional bertambah. Terbaru, 25 karya budaya yang diusulkan juga lolos dan diakui nasional.
Pada termin kedua tahun ini, sedikitnya terdapat 25 karya budaya yang diusulkan. Rinciannya meliputi empat karya dalam domain tradisi dan ekspresi lisan, tujuh seni pertunjukan, tujuh adat istiadat masyarakat, satu pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta, serta enam kemahiran dan kerajinan tradisional.
Sejumlah karya budaya yang masuk dalam daftar usulan tersebut di antaranya Basa Demayu, Benjang Batok, Botram, Dodol Garut, hingga Tahu Cibuntu. Ke-25 usulan itu juga telah diakui sebagai WBTb nasional dalam sidang beberapa hari lalu.
Baca Juga:Aktivis Muda KAHMI Hendriyanto Attan Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton SurakartaAZA Hadirkan Persebaya Player Issue Jersey untuk Super League, Material Super Ringan 100 Persen Buatan Indones
Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa menyambut hangat penetapan tersebut. Baginya WBTb penting untuk upaya pelestarian berbagai warisan luhur di Jawa Barat. “Tentu kami mengapresiasi hal tersebut,” katanya, Jumat (4/9).
Buky menguraikan, pihaknya bersama tim Warisan Budaya juga intens mendampingi upaya pengakuan WBTb tersebut. “Ini seperti pendeklerasian ulang. Bahwa karya budaya ini miliki kita. Agar tak diaku daerah lain taupun bangsa lain,” cetusnya.
Buky melanjutkan, dalam pendampingan yang dilakukan, daerah memang memiliki beberapa kendala dalam kepengurusan WBTb. Biasanya malah terkendala faktor teknis yang semestinya bisa diminimalisir.
“Misal saat presentasi, itu kualitas gambar dari produk budayanya. Itu masih ada,” cetusnya.
Kendala lainya adalah soal kajian akademik. Itu menjadi salah satu syarat yang kadang menjadi tantangan tersendiri bagi daerah-daerah pengusul.
Namun demikian dari pihak provinsi bersama tim yang ada terus aktif mendampingi. Sehingga berbagai kendala itu diatasi.
Buky berharap dengan 25 Karya Budaya yang kini diakui WBTb Nasional ini bisa jadi angin segar. Karya budaya yang lain bisa segera menyusul dan semangat pelestarian karya budaya tidak boleh luntur.
Baca Juga:Kemenkeu Pelototi Program MBG di Daerah, Ini Alasannya! Soal Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran, Pemprov Jateng Siap Jembatani Aspirasi Warga
“Jangan sampai kalah dengan daerah lain. Kami juga terus mendorong agar tak berhenti di nasional tapi bisa diakui dunia,” tuturnya. (son)
