JABAR EKSPRES – Gunung Anak Krakatau tengah erupsi. Hujan abu vulkaniknya bakal berdampak pada sebagian wilayah Jawa Barat, untuk itu masyarakat diimbau untuk pakai masker saat aktivitas luar ruangan.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II turut memonitor perkembangan erupsi gunung yang ada di wilayah Selat Sunda itu. Salah satu yang dipantau adalah terkait sebaran abu vulkanik.
Dari data yang didapat, ternyata hujan abu vulkanik itu turut menyebar ke sebagian wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Misalnya saja di wilayah Bogor termasuk Bandung. Sejumlah masyarakat melaporkan adanya debu yang menumpuk di lantai atau body kendaraan Minggu (6/9) pagi.
Baca Juga:Polda Banten Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Cuaca BurukKolom Abu Capai 3.500 Meter, Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi 19 Kali
Berkaitan dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengimbau masyarakat agar tidak teralau panik. Tapi lebih baik yang dilakukan adalah dengan melakukan berbagai antisipasi.
Misalnya meminimalisir aktivitas luar ruangan. “Kami imbau pakai masker kalau memang harus beraktivitas di luar ruangan,” kata Kepala BPBD Jabar Teten Ali, dalam keterangan Minggu (6/9).
Teten melanjutkan, antisipasi lainnya adalah mengenakan kaca mata atau pelindung mata bagi pengendara motor atau pejalan kaki. Karena debu bisa menempel di mata.
Ia juga menganjurkan masyarakat untuk menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah sehingga abu yang masuk ke ruangan berkurang. Masyarakat juga diminta untuk memantau informasi perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dari portal dan situs resmi yang ada sebagai antisipasi.
Sementara itu, meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau juga sempat ikut menghebohkan sebagian warga Jawa Barat. Yakni dengan adanya dentuman di wilayah Bandung Raya Jumat-Sabtu lalu.
BMKG telah menganalisa bahwa dentuman itu bukan berasal dari aktivitas gempa bumi. Tapi lebih kuat karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (son)
