Kota Banjar Raih Penghargaan Kinerja Surveilans Kesehatan Nasional

Kota Banjar meraih sertifikasi penghargaan kinerja surveilans kesehatan nasional. (Istimewa)
Kota Banjar meraih sertifikasi penghargaan kinerja surveilans kesehatan nasional. (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Banjar meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas capaian luar biasa dalam sistem surveilans kesehatan sepanjang tahun 2024.

Penghargaan yang diserahkan tahun 2025 ini khusus mengapresiasi kinerja gemilang Pemkot Banjar dalam memenuhi indikator global Non-Polio Acute Flaccid Paralysis (NPAFP) Rate dan Discarded Rate untuk penyakit campak dan rubela.

Prestasi ini menempatkan Banjar sebagai salah satu daerah percontohan dalam pemantauan penyakit menular di tingkat nasional.

Baca Juga:Miranti Mayangsari Apresiasi Mekanisme Demokratis Rotasi Pengurus PKSAncaman Nyata, Pergerakan Tanah Purwakarta Hanya 1 Km dari Tol Cipularang

Berdasarkan data kinerja surveilans, Kota Banjar mencatat NPAFP Rate ≥3 per 100.000 penduduk berusia di bawah 15 tahun. Angka ini melampaui standar ketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menunjukkan keaktifan sistem surveilans dalam mendeteksi kasus lumpuh layuh akut non-polio. S

ementara itu, Discarded Rate untuk kasus ruam akut tersangka campak/rubela mencapai ≥2 per 100.000 penduduk. Tingginya angka kasus yang berhasil dipastikan negatif melalui investigasi dan uji laboratorium ini membuktikan ketangguhan sistem deteksi dini dan respons cepat tim kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saifudin, A.KS., M.Kes, menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan kekebalan masyarakat yang memadai.

“Tingginya hasil negatif tes spesimen tersangka campak, rubela, dan AFP (positivity rate sangat rendah) menunjukkan imunitas warga terhadap antigen penyakit tersebut sudah terbentuk” ujarnya Minggu (15/6/2025).

Ia menekankan bahwa sistem pencatatan dan pelaporan yang baik serta kewaspadaan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan ini. Saifudin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis, petugas surveilans, dan masyarakat yang berpartisipasi aktif.

“Ini adalah buah komitmen kolektif untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Kami akan terus menjadikan surveilans sebagai benteng utama deteksi dini wabah,” tegasnya.

Menurutnya, angka statistik ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti kesiapan sistem kesehatan daerah dalam mencegah potensi krisis penyakit menular.

Baca Juga:Pencuri Kotak Amal Masjid Dibekuk Saat Beraksi di BanjarBantah Dakwaan, Ema Sumarna Minta Dibebaskan dari Kasus Korupsi Bandung Smart City

“Penghargaan ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan layanan kesehatan secara berkelanjutan,” ujar Saifudin.

Kementerian Kesehatan menilai konsistensi Banjar dalam menerapkan prinsip kelengkapan, ketepatan, kecepatan, dan ketelitian pelaporan sebagai indikator kinerja surveilans.

Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Banjar sebagai daerah rujukan surveilans penyakit menular nasional (kalimat bold terakhir asa tidak perlu kang)

0 Komentar