Sapi Kurban Presiden Disembelih di RPH Ciroyom, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan

Wakil Wali Kota Bandung Erwin (tengah) menyembelih hewan kurban sapi milik Presiden Prabowo Subianto di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Jalan Arjuna, Sabtu (7/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Wakil Wali Kota Bandung Erwin (tengah) menyembelih hewan kurban sapi milik Presiden Prabowo Subianto di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Jalan Arjuna, Sabtu (7/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES  — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyembelih dua ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Sabtu, (7/6). Penyembelihan berlangsung di hari tasyrik kedua Iduladha 1446 Hijriah.

“Alhamdulillah, di hari tasyrik ini saya dipercaya untuk menyembelih sapi kurban dari Presiden kita, Bapak Prabowo, dan dari Wali Kota kita, Muhammad Farhan. Insyaallah mudah-mudahan diberi rida Allah dan ada kelancaran,” ujar Erwin usai memotong hewan kurban.

Daging kurban tersebut akan dibagikan kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya warga yang membutuhkan. Erwin menyampaikan bahwa kurban bukan sekadar memotong hewan, melainkan ibadah yang mencerminkan ketakwaan.

Baca Juga:Aktivitas Gempa Vulkanik Menurun, Gunung Tangkuban Parahu Tetap Diawasi Ketat oleh PVMBGIduladha Ramah Lingkungan: Masjid Agung Cimahi Gunakan Besek Gantikan Plastik

“Kurban bukan hanya soal daging atau darah. Allah tidak memerlukan itu. Yang Allah kehendaki adalah ketakwaan kita, pengingat akan nilai-nilai keimanan, dan semangat berbagi,” katanya.

Sapi kurban dari Presiden Prabowo memiliki bobot 1,2 ton, yang terbesar yang pernah Erwin sembelih. “Baru kali ini saya menyembelih sapi sebesar ini. Dudukannya goyang, saya sempat khawatir kalau copot bisa bahaya. Tapi alhamdulillah lancar,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung menerjunkan sekitar 179 dokter hewan dan tenaga medis veteriner untuk mengawasi proses post-mortem penyembelihan hewan kurban di berbagai titik. Pemeriksaan dilakukan untuk menjamin kelayakan daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat.

Pihaknya memastikan daging yang didistribusikan aman dan layak konsumsi. Tidak semua orang membeli hewan dari tempat yang memiliki barcode atau sertifikasi, katanya, jadi mesti terus dikontrol.

Dia juga membagikan teknik penyembelihan yang benar sesuai syariat agar daging tidak amis. “Sapi itu lima jari dari leher, dan harus tahu urat mana yang wajib diputus. Selain itu, harus sembelih saat hewan mengembuskan napas agar daging tidak bau,” ujarnya.

Erwin mengaku tetap menerima undangan menyembelih dari berbagai wilayah Kota Bandung selama Iduladha. “Insyaallah hari ini juga saya ke Al Wasilah di Kopo. Kalau ada yang minta disembelihkan, tinggal hubungi saya. Gratis, malah saya yang kasih uang,” pungkasnya.

0 Komentar