Krisis Pendidikan Seks di Indonesia Akibat Fatwa Haram yang Menyimpang

Krisis Pendidikan Seks di Indonesia
Krisis Pendidikan Seks di Indonesia
0 Komentar

Mereka menganggap hal tersebut sebagai aib, sesuatu yang tidak boleh diketahui orang lain. Karena dianggap aib dan dilakukan secara tersembunyi, maka satu-satunya pihak yang menanggung dampaknya adalah perempuan.

Karena dianggap sebagai aib, masyarakat tidak mengetahui, keluarganya pun tidak tahu. Bahkan, karena stigma tersebut, laki-laki yang menghamili bisa saja kabur, lari dari tanggung jawab, dan membiarkan perempuan menjadi satu-satunya pihak yang menanggung akibat perbuatan mereka berdua. Itulah realitas yang terjadi.

Selanjutnya, perempuan tersebut justru diberi berbagai stigma negatif. Ia dianggap tidak suci, murahan, dan sebagainya. Masalah moral dan masalah reproduksi semuanya dibebankan kepada perempuan, sehingga kita tidak dapat mengantisipasi dampak ideologisnya secara menyeluruh.

Baca Juga:4 Cara Ampuh Menurunkan Kolesterol Tinggi Secara Alami Setelah Idul AdhaHonda Genio Kalah Saing Terjepit Antara Beat, Scoopy, dan Vario

Contohnya, ada sekolah yang secara ketat memisahkan siswa laki-laki dan perempuan. Mereka tidak diperbolehkan berinteraksi, membawa ponsel, atau berkomunikasi dengan lawan jenis. Lalu, apa yang terjadi? Mereka tidak memiliki ketahanan atau resistensi terhadap interaksi seksual di masa depan. Ketika akhirnya mereka bertemu dengan lawan jenis, pikiran mereka cenderung langsung tertuju pada seks.

Saya memang belum menemukan data yang valid, namun hampir setiap minggu kita mendengar berita terkait pelecehan atau pencabulan di lingkungan pendidikan, termasuk di pesantren. Mengapa hal ini terjadi? Karena di sekolah yang menerapkan pemisahan ketat antara laki-laki dan perempuan, resistensi terhadap godaan seksual tidak terbentuk. Akibatnya, saat seorang laki-laki melihat perempuan, pikirannya langsung tertuju ke arah tersebut, dan ketika ada kesempatan, mereka langsung bertindak.

Dalam konteks ini, saya ingin bertanya, mengapa pendidikan seks atau hal serupa tidak dibahas secara terbuka? Mengapa kita hanya membicarakan hal-hal yang sebenarnya kurang dibutuhkan? Sekolah seharusnya mengajarkan hal-hal yang benar-benar kita perlukan, bukan?

Seks adalah topik yang sangat penting, mengapa tidak ada edukasi yang menyeimbangkan pandangan tersebut? Logikanya sederhana: kita harus mempelajari sesuatu yang benar-benar kita butuhkan saat ini. Pendidikan seks sangat kita butuhkan karena hal ini berkaitan dengan naluri dasar manusia, interaksi sosial, moral, etika, dan kehidupan bermasyarakat.

0 Komentar