JABAR EKSPRES – Pesan Rasulullah Muhammad SAW tersiar dari Masjid Al-Hikmah Nuansa Majasem Kota Cirebon. Pesan rasulullah tersebut menurut riwayat adalah pesan pada saat beliau melaksanakan Haji Wada yang juga menjadi haji terakhir rasulullah sebelum wafatnya. Adapun pesan tersebut disampaikan pada Prof DR Yayat Suryana M,Ag pada khutbah Sholat Ied, 1446 H/2025 M.
Pesan pentingnya diantaranya adalah Idul Adha merupakan hari raya berkumpulnya delegasi umat Islam sedunia di Tanah suci Mekkah dan wilayah sekitarnya untuk menunaikan ibadah haji, baik berupa rukun dan wajib haji maupun amalan sunah lainnya. Ibadah haji juga merupakan momen untuk saling mengenal antara sesama muslim dari berbagai belahan dunia, beragam etnis, suku dan bangsa dengan berbagai karakter khasnya masing-masing yang dipersatukan oleh kalimat yang sama, yakni kalamullah al-Quran dan tujuan yang sama yaitu mendapatkan ridho Allah SWT.
Namun demikian, ada hal yang memprihatinkan dan harus diwaspadai saat ini yakni jangan sampai terjadi apa yang disinyalir oleh Nabi Muhammad SAW, lebih dari 14 abad yang silam dalam sebuah sabdanya, “Akan datang pada umatku suatu masa yang jelek. Orang-orang kaya pergi haji untuk senang-senang (piknik), orang-orang kelas menengah pergi haji untuk berbisnis, mayoritas mereka mereka pergi haji untuk pamer dan popularitas, sedangkan orang-orang awam pergi haji untuk minta-minta dan mengemis.” (Hadits dari Anas, riwayat Baihaqi).
Baca Juga:Bekcham Putra Rela “Tinggalkan” MU Demi TimnasSinergitas Lalamove dan Komunitas Bisnis
Untuk dapat memaknai haji secara lebih mendalam, dan terhindar dari apa yang dikhawatirkan Nabi, alangkah baiknya kalau kita menengok sekilas pada fakta historis tentang pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan rasulullah SAW.
Pada Haji Wada (Haji Perpisahan) terutama mengenai pesan-pesan yang beliau sampaikan melalui khutbahnya pada saat shalat ied tersebut. Kutipan beberapa statemen dari khutbah Rasulullah pada Haji Wada adalah sebagai berikut:
1. Haji Wada tersebut, dilakukan pada tahun 10 H. Dan tiga bulan kemudian Rasulullah wafat. Rasulullah mengawali khutbahnya dengan statement “Wahai manusia sekalian! perhatikanlah kata-kataku ini! Aku tidak tahu, kalau-kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, tidak lagi aku akan bertemu dengan kamu sekalian selamanya”.
