Wacana Insinerator Pemkot Bandung Dinilai Bisa Selesaikan Permasalahan Sampah Klaster Pemukiman di Gedebage

Foto ilustrasi Pengolahan sampah di Kota Bandung. (Dimas / JE)
Foto ilustrasi Pengolahan sampah di Kota Bandung. (Dimas / JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mempersiapkan pembangunan insinerator sebagai solusi pengolahan sampah di berbagai wilayah Kota Kembang.

Dalam hal ini, Kecamatan Gedebage menjadi salah satu dari enam kecamatan yang mendapatkan prioritas dalam program bantuan mesin pengolah sampah atau insinerator dari Pemkot Bandung.

Tindaklanjut terkait hal tersebut, Camat Gedebage, Jaenudin menyebut, berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihaknya, mulai dari penyediaan lahan hingga dukungan anggaran dan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga:Kecamatan Gedebage Usulkan Pembangunan Dua Kolam Retensi Baru untuk atasi BanjirDisdik akan Gelar Tes Terstandar untuk SPMB Jalur Prestasi

Dirinya mengungkapkan, lokasi yang dipilih berada di kawasan Cisaranten Kidul, tepatnya di lahan milik Pemkot Bandung yang bersebelahan dengan Rumah Maggot.

“Ini sedang berproses, tapi sudah kita siapkan. Lahannya strategis, jauh dari pemukiman warga, jadi tidak ada masalah untuk penempatan mesin olah sampah di sana,” kata Jaenudin, Rabu (4/6).

Pihaknya berharap, realisasi pembangunan insinerator ini dapat dimulai paling lambat Agustus 2025. Dirinya tak menampik bahwa proses administratif harus dilakukan sesuai dengan ketentuan berlaku menjadi salah satu tantangan tersendiri.

“Kita harus betul-betul sesuai aturan, jangan sampai ada yang terlewat. Tapi anggaran sudah disiapkan, lahan sudah ada, dan SDM juga siap,” lanjutnya.

Jika terealisasi, insinerator di Gedebage diperkirakan mampu mengolah hingga 30 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk mengatasi persoalan sampah dari satu kelurahan.

Mengacu pada data kependudukan di Gedebage yang mencapai 43.893 jiwa dan asumsi produksi sampah rata-rata 0,6 kg per orang per hari, total sampah klaster pemukiman di wilayah ini diperkirakan mencapai sekitar 26 ton per hari. Dengan demikian, insinerator ini berpotensi besar untuk mengurangi bahkan menyelesaikan permasalahan sampah permukiman di wilayah tersebut.

“Informasinya, kapasitas maksimal mesin ini bisa sampai 30 ton per hari. Artinya bisa sangat membantu mengatasi masalah sampah di klaster pemukiman,” tutupnya.

Baca Juga:22,5 Persen Jalan Kota Banjar Rusak, Gubernur Jabar Janji Perbaikan Tuntas 3 TahunDLH Warning Perusahaan Cimahi, Denda Administratif Siap Diterapkan Jika Lalai Kelola Lingkungan

Dirinya berharap dengan hadirnya teknologi pengolahan seperti insinerator, pengelolaan sampah bisa lebih efisien, ramah lingkungan, dan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. (Dam)

0 Komentar