PKL Menjamur di Cicalengka: Rugikan Pasar Tradisional dan Ubah Pola Konsumsi Masyarakat

PKL berjajar mejeng di ruas Jalan Kabupaten Bandung, wilayah Kecamatan Cicalengka dekat Alun-Alun. (Yanuar/Jabar Ekspres)
PKL berjajar mejeng di ruas Jalan Kabupaten Bandung, wilayah Kecamatan Cicalengka dekat Alun-Alun. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang semakin menjamur di wilayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung tak hanya merusak estetika pemandangan alias kumuh, tapi juga merugikan pasar tradisional.

Pasalnya, sejumlah PKL yang berdiri dan berjualan di ruas jalan kabupaten itu, kian hari keberadaannya semakin menjamur, khususnya ketika jam sibuk pagi hari.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi mengatakan, dampak dari menjamurnya PKL bisa merubah pola konsumsi masyarakat.

Baca Juga:Menemukan Makna Hidup Lewat Tubuh: Cara BCR Membantu Pulang ke Diri SendiriNekat Curi 4 Motor di Cileunyi dalam Sehari, Pasangan Suami Istri Diciduk Polisi

“Jadi kalau saya berfikir, jika kita ingin mensejahterakan pasar, maka akses pedagang ke dalam pasar itu harus bagus dan murni untuk mendorong orang atau konsumen masuk ke dalam pasar,” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (4/6).

Menurut Acuviarta atau akrab disapa Acu, salah satu persoalan pasar tradisional tidak berkembang, yakni karena di sekitarnya banyak tumbuh aktivitas jual-beli yang lain, yang sifatnya tidak formal alias ilegal, ditambah dengan munculnya pasar tumpah.

“Apalagi kondisi masyarakat zaman sekarang, jika bisa cepat ngapain harus turun dari kendaraan dan masuk ke dalam pasar untuk belanja,” bebernya.

“Jadi menurut saya pasar di dalam perlu disejahterakan, sedangkan pasar di luar (ilegal) harus dibersihkan, memang kebutuhannya untuk akses dan untuk bisa parkir,” lanjut Acu.

Melalui pantauan Jabar Ekspres, keberadaan PKL yang telah menjamur itu, berjajar di sepanjang Jalan Kabupaten Bandung, sekira sepanjang 600 meter.

Keberadaan PKL terlihat, mulai dari Gedung Nasional ( GDN) di wilayah Desa Cicalengka Kulon, hingga area Baron di wilayah Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Keberadaan PKL yang berdiri di ruas jalan, terpantau cukup ramai dikunjungi pembeli baik yang berjalan kaki, maupun pengendara yang melintas.

Baca Juga:Tindak Lanjuti Edaran Gubernur, Polrestabes Bandung Sosialisasikan Jam Malam untuk PelajarNgatiyana Ajak CPNS Baru Tingkatkan Profesionalisme dan Respons Publik di Era Digital

Barang yang dijajakan cukup beragam, mulai dari sayuran, daging ayam, buah-buahan hingga bermacam keperluan bumbu dapur terlihat dijual oleh para PKL.

Oleh sebab itu, tidak heran apabila keberadaan Pasar Baru Cicalengka seakan hidup enggan mati pun tak mau. Pasalnya, konsumen para pedagang resmi lebih dulu terserap oleh para PKL.

Acu mengungkapkan, apabila melihat kondisi saat ini, menilai bahwa minat masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional semakin berkurang.

0 Komentar