PKL Menjamur di Cicalengka: Rugikan Pasar Tradisional dan Ubah Pola Konsumsi Masyarakat

PKL berjajar mejeng di ruas Jalan Kabupaten Bandung, wilayah Kecamatan Cicalengka dekat Alun-Alun. (Yanuar/Jabar Ekspres)
PKL berjajar mejeng di ruas Jalan Kabupaten Bandung, wilayah Kecamatan Cicalengka dekat Alun-Alun. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Sebagian besar pasar tradisional semakin ditinggalkan, karena adanya pasar tumpah terlalu banyak, sehingga orang sulit parkir, malas untuk masuk ke dalam pasar. Akibatnya pedagang di dalam tidak laku jualannya,” ungkapnya.

Acu menjelaskan, kurangnya perhatian pemerintah dalam memberikan layanan yang nyaman bagi konsumen, membuat daya beli masyarakat ke pasar tradisional pun menurun.

“Sudah akses buruk, kebersihan kurang baik, maka semakin ditinggalkan pasar tradisional itu,” jelasnya.

Baca Juga:Menemukan Makna Hidup Lewat Tubuh: Cara BCR Membantu Pulang ke Diri SendiriNekat Curi 4 Motor di Cileunyi dalam Sehari, Pasangan Suami Istri Diciduk Polisi

Padahal ujar Acu, para pdagang di dalam Pasar Cicalengka sudah bayar retribusi dan sudah bayar pengangkutan sampah, tapi tidak didorong agar pembeli masuk ke dalam pasar.

“Harusnya pedagang di dalam disejahterakan. Jangan sampai muncul pungutan untuk keuntungan sesaat bagi yang di depan (luar pasar), tiba-tiba bayar ke petugas yang tidak jelas (pungutan liar/pungli),” ujarnya.

“Kemudian mereka jadi pasar tumpah ditambah prilaku masyarakat yang sulit parkir dan ingin cepat, akhirnya muncul masalah lain seperti kemacetan dan sebagainya,” pungkas Acu. (Bas)

0 Komentar