JABAR EKSPRES – Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) mengeluarkan hasil survei mengenai tingkat kepuasan masyarakat Kabupaten Bogor terhadap 100 hari kerja Bupati Rudy Susmanto dan wakil Bupati Ade Ruhandi.
Mereka melakukan survei dengan turun langsung kelapangan menanyakan kinerja kepemimpinan Rudy Susmanto- Jaro Ade.
LS Vinus melakukan survei pada 24-29 Mei dengan jumlah sample sebanyak 1616 responden.
Mereka menetapkan margin error pada 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga:Khawatir PMK dari Luar Kota, Pedagang Hewan Kurban di Bandung Masih Tunda PembelianTerselamatkan Libur Lebaran, TPK Hotel Jabar Meroket pada April di tengah Efisiensi
Ada beberapa simple yang merekan lakukan survei diantaranya, bidang kebudayan, tata kelola pemerintah, komunikasi publik, dan bidang keamanan.
Pada bidang kebudayaan, masyarakat berada pada tingkat kepuasan sebesar 95,05 persen. Lalu bidang tata kelola pemerintah yang bersih berada ditingkat 92,14 persen.
Kemudian, bidang tata kelola lingkungan pada tingkat kepuasan 88,37 persen. Selanjutnya, bidang pelayanan publik berada dikepuasan masyarakat 87,56 persen.
Sementara bidang komunikasi publik berada pada tingkat kepuasan masyarakat di angka 85,52 persen.
Disusul pada bidang pendidikan 85,40 persen, bidang pertanian 85,21 persen dan bidang kesehatan 85,15 persen.
Terakhir Keamanan, hasilnya berada pada tingkat 82,43 persen berdasarkan tingkat kepuasan masyarakat, Sosial 80,26 persen, Pemberantasan korupsi 78,40 persen, Transportasi 77,04 persen, Penegakan hukum 75,68 persen, Infrastruktur 75,31 persen, Tenaga kerja 74,07 persen, dan bidang Ekonomi 73,02 persen.
Founder LS Vinus, Yusfitriadi menyebut, dari tingkatan kepuasan itu, Kabupaten Bogor memperoleh nilai rata-rata kepuasan masyarakat pada angka 82,54 persen.
Baca Juga:Nekat Curi Motor di Kantor Desa Sukamaju, Seorang Pria Dihakimi Warga Identitas 19 Korban Longsor di Gunung Kuda Mulai Diketahui, Polisi Terus Lakukan Identifikasi
Ia menilai, bidang kebudayaan memiliki tingkat kepuasaan paling tinggi karena Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor mendorong kuat atribut di bidang kebudayaan.
Seperti contoh yang telah dilakukan yakni, pergantian nama jalan yang menggunakan nama Bupati Bogor Pertama yakni Raden Ipik Gandamana Sumawinata atau nama jalan lainnya yang menggunakan nama pahlawan.
Tak hanya itu, kedua pemimpin di Kabupaten Bogor ini kerap kali mengunjungi situs kebudayaan yang jarang diketahui oleh masyarakat.
