Khawatir PMK dari Luar Kota, Pedagang Hewan Kurban di Bandung Masih Tunda Pembelian

Pedagang memberi makan hewan kurban sapi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (2/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pedagang memberi makan hewan kurban sapi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (2/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembelian hewan kurban dari luar kota masih ditunda para pedagang karena khawatir hewan kurban yang datang terjangkit penyakit menular kuku (PMK), pedagang pun pilih menunda pembelian hingga mendekati momen Idul Adha.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar. Temuan di lapangan, para pedagang hewan kurban masih khawatir dengan penyakit demikian, terlebih kasus PMK masih berstatus endemi.

“Kalau secara umum di Indonesia masih endemi. Ini juga jadi sebagian kekhawatiran para peternak masih ada. Makanya kalau dilihat sekarang, geliat pedagang hari ini sampai kemarin belum meriah. Mereka menunda kedatangan hewan mendekati hari H,” ungkap Gin Gin kepada Jabar Ekspres, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Terselamatkan Libur Lebaran, TPK Hotel Jabar Meroket pada April di tengah EfisiensiNekat Curi Motor di Kantor Desa Sukamaju, Seorang Pria Dihakimi Warga 

Kekhawatiran itu muncul bukan tanpa alasan. Dirinya menjelaskan, kasus PMK yang muncul merupakan dampak dari hilir mudik pembelian hewan kurban dari luar kota.

Saat ini, kata Gin Gin, para pedagang sudah lebih berhati-hati untuk persoalan tersebut.

“Mereka khawatir soal PMK. Dulu pemicunya soal lalu lintas ternak itu. Tapi di Bandung dari tahun lalu, peternak sudah pintar menghadapi situasi itu. Sudah paham dan harus melakukan apa, dan tim kita juga hari ini sampai H-1 belum menemukan hewan ternak terjangkit. Kalaupun ada penyakit ringan,” jelasnya.

Gin Gin merincikan, adapun temuan hewan kurban yang terjangkit penyakit ringan itu diantaranya akibat pengaruh cuaca. Misalnya penyakit mata, penurunan selera makan, dan sejumlah penyakit yang muncul akibat perjalanan hewan kurban dari luar kota.

“Penyakit yang dipengaruhi karena pengiriman dari luar daerah. Lalu pola makan di kendaraan, jadi belum bisa menyesuaikan makanan. Namun itu penyakit ringan, masih bisa diobati paling lama 3 hari,” pungkasnya.

0 Komentar