Stok Beras Makin Melimpah, Jadi PR Besar Bulog dalam Penyaluran

Pekerja tengah mengangkut beras di Perum Bulog. (foto/ANTARA)
Pekerja tengah mengangkut beras di Perum Bulog. (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Stok cadangan beras pemerintah (CBP) Indonesia telah mencapai angka tertinggi dalam 56 tahun terakhir, yaitu 4 juta ton.

Hal tersebut menjadi pencapaian angka tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969

Meskipun ini merupakan bukti nyata ketahanan pangan nasional yang kuat, namun juga membawa sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Perum Bulog.

“Dengan angka serapan seperti ini, Indonesia secara tidak langsung siap mengambil peran lebih besar dalam sistem pangan dunia,” ujarnya.

Baca Juga:Penyesuaian Anggaran Cimahi Tuai Sorotan, Program UMKM Kena ImbasRibuan Riders Ramaikan Bogor Hujan Trail 2025, Rudy Susmanto: Bentuk Nyata Kebangkitan Ekonomi Lokal

Pengamat pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan bahwa PR besar Bulog adalah bagaimana menyalurkan stok beras yang jumbo ini dari gudang Bulog, mengingat usia simpan beras tersebut terus bertambah dan semakin rentan terhadap penurunan mutu.

Khudori menyampaikan bahwa Bulog harus mampu menyalurkan 2,8 juta ton beras agar stok akhir 2025 tersisa 1,2 juta ton.

Dengan sisa waktu penyaluran hanya tujuh bulan, Bulog harus menyalurkan setidaknya 400 ribu ton beras setiap bulan.

“Angka ini merupakan tantangan besar bagi Bulog, mengingat sepanjang sejarahnya, Bulog jarang mencapai angka penyaluran 400 ribu ton per bulan untuk operasi pasar, bantuan, dan lainnya,”ungkapnya.

0 Komentar