Pemprov Jabar Beri Dukungan Sosial dan Logistik untuk Korban Longsor Tambang Gunung Kuda

Pemprov Jabar Beri Dukungan Sosial dan Logistik untuk Korban Longsor Tambang Gunung Kuda
Pemprov Jabar Beri Dukungan Sosial dan Logistik untuk Korban Longsor Tambang Gunung Kuda
0 Komentar

JABAR EKSPRES- Pemprov Jabar turut memberikan dukungan santunan terhadap korban longsor Tambang Galian C Gunung Kuda Cirebon. Termasuk dukungan makanan bagi relawan dan tim gabungan yang tengah berjibaku evakuasi.

Dukungan santunan itu diungkapkan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang juga telah meninjau langsung lokasi longsor di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang itu.

“Ada kepedulian untuk korban. kami akan menanggung biaya hidup untuk anak-anaknya. Kami juga sudah menyiapkan santunan untuk keluarganya,” cetusnya, Sabtu (31/5).

Baca Juga:Hari Kedua Pencarian: Tim SAR Temukan 3 Korban Longsor Gunung Kuda, Evakuasi Dihentikan SementaraKisah Inspiratif, Relawan Muda asal Cimahi yang Tak Kenal Lelah Membina Anak Binaan Yatim Dhuafa

Pria yang akrab disapa KDM itu juga meminta kepada pengelola untuk ikut bertanggung jawab kepada keluarga para korban. “Nambang disini kan untungnya sudah banyak, kami minta mereka juga turut peduli pada keluarga korban,” ucapnya.

Di sisi lain, Dinas Sosial Jabar juga ikut turun tangan dalam peristiwa itu. Peranya dengan membantu dukungan logistik. Khususnya untuk operasional petugas gabungan maupun relawan yang tengah berjibaku evakuasi.

Total ada bantuan senilai Rp 27,7 juta ke Kabupaten Cirebon. Bantuan logistik yang disalurkan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan seperti mi instan, liwet instan, kornet, sarden, kecap, saus sambal, abon, minyak goreng, gula, dan teh.

Logistik ini mendukung operasional Dapur Umum Lapangan milik Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, yang saat ini memasak hingga 400 porsi makanan dalam sekali masak. Makanan tersebut didistribusikan kepada tim evakuasi dan relawan yang bekerja di lokasi bencana, serta untuk keluarga korban terdampak.

Selain dukungan sosial, Pemprov Jabar juga telah bersikap tegas atas peristiwa itu. Yakni dengan pencabutan izin penambang.

Tambang tersebut diketahui dikelola oleh tiga pihak, yakni sebuah koperasi pesantren dan dua yayasan. Ketiganya telah resmi ditutup sejak Jumat malam.(son)

0 Komentar