Penanganan Sampah Kota Bandung Disorot DPRD, Pemkot Diminta Evaluasi

Seorang pemulung memilah sampah di Pasar Ciwastra, Kota Bandung, Jumat (30/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Seorang pemulung memilah sampah di Pasar Ciwastra, Kota Bandung, Jumat (30/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Memasuki seratus hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Farhan-Erwin, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung soroti soal isu krusial yang belum ditangani secara serius.

Salah satunya yakni terkait problematika sampah yang belum juga usai. Persoalan sampah di kawasan Pasar Gedebage yang belum lama terjadi jadi salah satu contoh bahwa keterlibatan pemimpin baru Kota Bandung tersebut belum optimal.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro, menilai persoalan sampah merupakan isu akut yang belum ditangani dengan serius oleh pemerintah kota.
Bahkan dalam kasus pasar Gedebage, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi harus turun langsung menyelesaikan persoalan tumpukan sampah tersebut.

Baca Juga:Wisuda ke-51, Unida Kukuhkan Lulusan dan Anugerahkan Gelar Profesor Emeritus dalam Sidang Terbuka Senat AkademikTrotoar Inklusif di Kota Bandung Masih Mengundang Tanya

“Persoalan sampah semestinya bisa diselesaikan oleh pemerintah kota sendiri. Jika harus menunggu campur tangan gubernur, berarti ada yang tidak berjalan baik di level kota,” ujar Susanto, Jumat (30/5).

Berkenaan dengan hal tersebut, dirinya menilai bahwa arah kerja Farhan dan Erwin masih belum jelas dan perlu segera dievaluasi secara menyeluruh.

“Seratus hari pertama seharusnya menjadi fondasi awal yang kuat, bukan sekadar masa adaptasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti bahwa jargon “kolaborasi dan partisipasi” yang kerap digaungkan Wali Kota belum tercermin dalam kebijakan nyata.

Keterlibatan warga dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan dinilai masih sangat minim.

Dirinya meminta agar Farhan-Erwin bisa keluar dari zona nyaman dan mengurangi retorika dalam menanggapi segala permasalahan.

Menurutnya, aksi nyata kini tengah diperlukan oleh masyarakat terkait penyelesaian masalah sampah.

Baca Juga:Libur Panjang, Okupansi Hotel dan Lokasi Wisata di Lembang Naik TajamSuporter Persikas Subang Ungkap Kronologi saat Diamankan Ke Polsek

“Farhan dan Erwin harus segera keluar dari zona nyaman retorika dan mulai menapaki jalur aksi nyata,” pungkas Susanto. (dam)

0 Komentar