JABAR EKSPRES – Aksi spontan sekelompok suporter Persikas Subang di acara Nganjang ka Warga pada Rabu malam (28/5/2025) berujung panjang.
Sebanyak 21 suporter masih menjalani pemeriksaan hingga Kamis sore di Mapolsek Ciasem, usai dianggap mengganggu jalannya acara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kapolsek Ciasem, AKP Endang Kurnia, membenarkan bahwa para suporter masih diperiksa. “Hingga menjelang sore ini, sebanyak 21 suporter Persikas masih menjalani pemeriksaan,” ujarnya.
Baca Juga:Diusir Manchester United, Antony Buktikan Diri di Real BetisConceicao Out, AC Milan CLBK dengan Allegri?
Meskipun aksi tersebut dinilai tidak tepat momennya, banyak pihak mempertanyakan langkah penangkapan dan pemeriksaan yang cukup lama.
Sebab, aksi mereka tidak tergolong sebagai tindakan kriminal, melainkan ekspresi dukungan terhadap klub sepak bola lokal, Persikas Subang.
Salah satu suporter yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ia menemani rekannya yang diamankan, dan menjelaskan kronologi aksi yang berujung pada teguran keras dari sang gubernur.
Menurutnya, spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” sudah dibentangkan sejak awal acara, namun tidak mendapat perhatian dari Gubernur Dedi Mulyadi (KDM).
“Jadi semalam anak-anak pasang banner itu sudah lama (sepanjang acara), cuman gak dinotice KDM nya. Pas mau closing, anak-anak yang pegang banner pada maju biar dinotice,” ucapnya.
Ia juga menyebut bahwa keberanian untuk maju ke depan didorong oleh ajakan warga sekitar.
“Warga di situ nya juga bilang ‘kahareup weh kahareup’ (kedepan aja kedepan) terus kejadian KDM marah,” ucapnya.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Ngamuk, Semprot Suporter Persikas Subang di Forum RakyatAhmad Luthfi: Kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Jateng Dapat Tingkatkan Pariwisata
Setelah insiden kemarahan Gubernur, aparat TNI dan Polri langsung bergerak cepat mengamankan para suporter.
“Anak-anak langsung dikelilingi TNI dan Polri dan langsung dibawa ke Polsek sampai jam 3 pagi, baru bisa pulang,” ucapnya.
Akan tetapi, penangkapan itu tidak berhenti di sana. Menurut kesaksiannya, para suporter tersebut kembali dijemput oleh pria berbaju bertuliskan FKPM dan dibawa kembali ke Polsek.
“Kirain sudah beres, eh tadi jam 11 pada dijemput dari rumah masing-masing,” ucapnya.
