JABAR EKSPRES – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, akan dijadwalkan melakukan kunjungan resmi selama dua hari ke Muscat, Oman, mulai Selasa (27/5). Informasi ini disampaikan oleh pemerintah Oman pada Minggu (25/5).
Kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan historis kedua negara serta memperdalam kerja sama bilateral.
Dalam pernyataan resmi dari istana kerajaan Oman, disebutkan bahwa kunjungan ini akan mencakup diskusi tentang berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama, baik dalam konteks regional maupun global.
Baca Juga:9 Rekomendasi Tanaman Hias Indoor PopulerStrategi Jual Uang Rp75.000 ke Kolektor agar Mendapatkan Harga Terbaik
Meski begitu, belum ada rincian spesifik mengenai topik-topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Saat ini, Oman memiliki peran penting sebagai mediator dalam perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat. Proses ini bertujuan untuk mengatasi perselisihan seputar program nuklir Iran.
Hingga kini, Teheran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kunjungan Presiden Pezeshkian ke Oman. Namun, Iran diketahui terus mendorong pencabutan sanksi internasional dengan imbalan pembatasan pada aktivitas nuklir tertentu, sambil tetap mempertahankan hak atas penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan keraguannya terhadap efektivitas dialog dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Iran tidak memerlukan izin dari pihak manapun untuk melakukan pengayaan uranium.
SUMBER: ANTARA
