Kurangi Kesenjangan Komunikasi Akademik dan Industri Melalui Biotechnology Fair 2025

Program Studi Bioteknologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menggelar Biotechnology Fair 2025 di Auditorium Campus Center Timur ITB, Sabtu, 24 Mei 2024. 
Program Studi Bioteknologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menggelar Biotechnology Fair 2025 di Auditorium Campus Center Timur ITB, Sabtu, 24 Mei 2024. 
0 Komentar

BANDUNG – Program Studi Bioteknologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menggelar Biotechnology Fair 2025 di Auditorium Campus Center (CC) Timur ITB, Sabtu, 24 Mei 2024.

Biotech Fair merupakan acara tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2021 silam. Di tahun 2025 ini, Biotech Fair kembali hadir dengan skala yang lebih luas dan format yang lebih matang

Acara ini dirancang sebagai aplikasi dari tiga jalur utama dalam Program Studi Bioteknologi, yaitu kesehatan, pertanian, dan industri, memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam memperkuat pemahaman lintas disiplin.

Baca Juga:Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, Pemerintah Dorong UMKM Ekosistem MBG Dilindungi BPJS KetenagakerjaanSukses Lakukan Tranformasi Pendidikan, USB YPKP Bandung Raih Akreditasi Unggul

Main event berupa Talkshow dan seminar inspiratif yang mengundang beberapa pembicara dari berbagai perusahaan, di antaranya Krishna Putera dari Vaksindo, Paul Conelly dan Rizki Awaludin dari Verdant, Christian Karol Saputra dari Etana, Indra Rudiansyah dari Biofarma, serta Asep Haekal dari Grab. Terdapat juga on-site recruitment untuk beberapa perusahaan, di antaranya Sciencewerke, Cosmax, Vaksindo, dan Verdant.

Sebelumnya, telah dilaksanakan pre-event yang telah dilaksanakan berupa Series Talk Yang pada 15, 16, dan 23 Mei 2025 dan juga Workshop CRISPR Cas9 pada 22-23 Mei 2025 di Laboratorium SITH ITB.

Workshop ini bekerjasama dengan Sciencewerke dan diikuti oleh sekitar 14 peserta yang mendapatkan pelatihan intensif selama dua hari mengenai teknik pengeditan genom menggunakan sistem homology-directed repair. Peserta dilatih untuk mengedit genom dan mengkonfirmasi hasilnya secara visual maupun melalui PCR dan elektroforesis.

Mengusung tema BioRevolution:Transforming Tomorrow, Biotech Fair 2025 bertujuan untuk mengurangi kesenjangan komunikasi antara dunia akademik dan industri. Acara ini memberikan platform bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku industri untuk berbagi informasi, menjalin kolaborasi, dan memahami kebutuhan serta tantangan masing-masing pihak. Bagi mahasiswa yang baru lulus S1 atau S2, acara ini juga memberikan gambaran nyata tentang dunia industri bioteknologi dan peluang karir yang tersedia.

Ketua Program Studi Bioteknologi sekaligus Ketua Biotech Fair, Karlia Meitha, S.Si., M.Si., Ph.D. mengungkapkan, pihaknya mempersiapkan acara itu telah berlangsung sejak dua bulan. Mulai dari proses mengundang pembicara hingga pelaksanaan acara.

“Mahasiswa bioteknologi turut aktif terlibat dalam seluruh proses persiapan, mulai dari koordinasi dengan pembicara hingga logistik acara,” ujar Meitha.

0 Komentar