Lebih jauh, Barkah menggarisbawahi pentingnya membangun tempat hiburan yang sehat dan edukatif. Ia mencontohkan kawasan Pasar Antri yang saat ini mulai memiliki fasilitas seperti biliar.
“Saya kemarin juga survei di Pasar Antri, ada biliar segala macam. Itu salah satu yang dilakukan oleh para pengusaha wiraswasta di Cimahi. Tapi insyaallah itu juga salah satu konsekuensi kita sebagai kota,” ungkapnya.
“Cuman bagaimana caranya bahwa biliar yang di kita itu beda. Artinya tidak beredar dengan minuman dan sebagainya, tapi betul-betul olahraga, seni dan sebagainya. Positif,” lanjutnya.
Baca Juga:Nobar Persib di Cimahi Digelar Terbuka, Wali Kota Ajak Rayakan dengan TertibWarga Cimahi Masih Acuh Soal Sampah, Ini Kata Pegiat Lingkungan
Terkait kawasan budaya adat Cireundeu, Barkah menegaskan agar pemerintah menjaga orisinalitas karakter lokal dalam setiap rencana pembangunan.
“Bagaimana caranya bahwa budaya di Cireundeu tetap terjaga. Jangan sampai justru kita membangun kebudayaan di Cireundeu malah merubah karakternya. Justru karakter Cireundeu ini merupakan karakter khas yang dimiliki bukan hanya Cimahi tapi sudah kebanggaan nasional. Itu harus tetap terjaga dan dipertahankan,” tegasnya.
Barkah juga mengkritisi rencana pembangunan perumahan di sekitar kawasan tersebut.
“Saya sangat setuju waktu periode kemarin misalnya di sana jangan ada perumahan deh. Kenapa harus ada perumahan? Karena nanti saya khawatir akan merubah karakternya. Justru karakter itu harus dibesarkan, dimunculkan. Kan Cireundeu khas Cimahi, makanannya khas Cimahi, budayanya. Itu jadi magnet luar biasa untuk mendatangkan pariwisata ke Kota Cimahi,” katanya.
Dalam diskusinya bersama Wali Kota dan sejumlah aktivis pemuda, Barkah menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan pemetaan ruang publik yang belum optimal digunakan.
Lebih lanjut, kata Barkah, ruang-ruang ini nantinya akan difungsikan sesuai dengan karakter kegiatan seperti seni, olahraga, dan kepemudaan.
“Barusan saya ngobrol dengan Pak Wali dan rekan-rekan senior KNPI. Pak Wali itu sedang memetakan tempat mana saja yang hari ini belum dioptimalkan. Nanti tempat-tempat seperti itu akan diisi oleh seni, oleh pemuda, oleh olahraga. Karena banyak potensi yang hari ini belum dioptimalkan,” ujarnya.
