JABAR EKSPRES – Pengalokasian dana sebesar Rp600 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024, untuk rehab alias pembenahan Pasar Parakanmuncang bisa jadi pemborosan.
Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Asep Sumaryana mengatakan, pemborosan bisa terjadi apabila revitalisasi siap dilakukan Pemerintah Sumedang.
“Kalau ini anggaran untuk revitalisasi ada kemudian untuk rehab atau pembenahan juga ada, lebih baik tidak usah direhab, ini jadi pemborosan,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (23/5).
Baca Juga:Gebrakan Baru Disdukcapil Bogor, Jemput Bola Urus Dokumen WargaSewa Gedung Perpustakaan Tak Masalah, Disarda Tetap Optimalkan Pelayanan Perpustakaan
“Karena buat apa dibenahi kalau nantinya akan direvitalisasi, pemborosan jadinya,” tambah Asep.
Diketahui, Pasar Parakanmuncang yang berlokasi di wilayah Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang itu menjadi target pemerintah untuk direalisasikan revitalisasinya.
Akan tetapi, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumedang, justru menggelontorkan APBD sebesar Rp600 juta, untuk pembenahan dengan tujuan membuat nyaman para pedagang dan konsumen, sebelum ada putusan jelas terkait revitalisasi Pasar Parakanmuncang.
Menurut Asep, perlu dilihat juga keseriusan Pemda Sumedang dalam wacana revitalisasi Pasar Parakanmuncang, agar langkah yang diambil tidak berujung pemborosan.
“Jika revitalisasi sudah siap (dilakukan) maka pembenahan jangan dilakukan, selain penghamburan ini juga akan bertolak belakang dengan prinsip efisiensi yang digaungkan Pemerintah Pusat,” bebernya.
Asep menerangkan, jika Pemda Sumedang siap melakukan revitalisasi di tahun ini, maka otomatis perlu diperhatikan juga relokasi pedagang Pasar Parakanmuncang, untuk tetap melanjutkan usaha berdagangnya di kios sementara.
“Kalau revitalisasi siap dilakukan berarti para pedagang ini akan pindah sementara. Kalau mau, dana Rp600 juta itu dipakai untuk relokasi kios-kios sementara, daripada untuk pembenahan,” terangnya.
Baca Juga:TPS Liar di Citepus Disikat, Ruang Hijau Segera KembaliPrihatin dengan Driver Ojol, Dewan Jabar Desak Potongan Aplikator Turun
Asep menjelaskan, apabila Pemda Sumedang ada upaya menggaet investor untuk revitalisasi Pasar Parakanmuncang, maka idealnya tak perlu melakukan pembenahan, meski dinilai proses awal sampai selesai akan memakan waktu.
“Kalau Pemda Sumedang mengaet investor untuk revitalisasi pasar, akan ada lelang segala macam, ini perjalanan tidak akan pendek, pasti panjang bisa butuh waktu berbulan-bulan,” jelasnya.