Ojol Dinilai Bisnis Gagal, Pemerintah Diminta Bikin Aplikasi Sendiri!

Pengendara ojek daring membawa penumpang di Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (20/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pengendara ojek daring membawa penumpang di Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (20/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Djoko juga menyarankan agar pemerintah membuat aplikasi transportasi online sendiri, seperti yang dilakukan pemerintah Korea Selatan. Aplikasi ini nantinya bisa diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dioperasikan.

kademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu menyampaikan, pembuatan aplikasi oleh pemerintah yang dilakukan Korea Selatan, salah satu manfaat lainnya sebagai upaya untuk melindungi sopir taksi yang kebanyakan tidak berbahasa Inggris dan rata-rata sudah berusia tua.

“Ojek dapat BBM Subsidi dengan cara menggunakan plat kuning. Pemprov (pemerintah provinsi) juga dapat meniru ojek di Kota (Distrik) Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan,” imbuh Djoko.

Baca Juga:Terungkap! Jaringan Judi Online Kamboja Beroperasi di Jabar, Dua Tersangka Ditangkap25 Preman dan Jukir Liar Disikat di Banjaran, Polisi Temukan Obat Terlarang

“Pemerintahan di sana sudah menggunakan plat kuning. Pemprov Daerah Khusus Jakarta atau Pemrpov lainnya juga dapat pula membuat aplikasi untuk driver ojek di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar