JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya memperluas makna literasi dalam menyambut kegiatan “Bandung Punya Cerita”. Pembukaan acara ini dilakukan di Microlibrary Asia Afrika.
“Jangan pikir literasi itu hanya urusan dinas perpustakaan. Banyak anak muda sekarang terlibat dalam literasi lewat berbagai cara: membaca, menulis, membuat konten, bahkan bermain game,” ujar Farhan kepada awak media, beberapa waktu lalu.
Dia menilai perpustakaan tidak lagi semata soal buku fisik, melainkan sudah merambah berbagai medium digital.
Baca Juga:Ojol Dinilai Bisnis Gagal, Pemerintah Diminta Bikin Aplikasi Sendiri!Terungkap! Jaringan Judi Online Kamboja Beroperasi di Jabar, Dua Tersangka Ditangkap
“Perpustakaan sekarang bukan cuma soal buku. Kita sudah masuk era digital. Cerita bisa disampaikan lewat banyak medium—game, animasi, dan lainnya. Ini yang ingin kita dorong lewat pelatihan storyteller dan kegiatan interaktif,” katanya.
Farhan berharap, program “Bandung Punya Cerita” yang bertema Bihari, Kiwari, jeung Sampeureun Jaga.bisa menjadi pemicu peningkatan industri kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Diketahui, acara “Bandung Punya Cerita” akan dimulai pada 28 Juni mengangkat kekayaan sejarah dan budaya Bandung. Dinas-dinas terkait diharapkan menjadikan kegiatan ini sebagai momen untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menumbuhkan industri kreatif lokal.
“Saya senang karena ini sesuatu yang berbeda. Kalau event ini sukses, maka Bandung bisa jadi pusat kegiatan kreatif yang mendatangkan banyak manfaat, termasuk ekonomi,” pungkasnya.
