JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung lepas 334 petugas kesehatan hewan kurban, sebagai komitmen penuh untuk menghadirkan kurban yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengungkapkan, aspek kesehatan dan kelayakan konsumsi hewan benar-benar jadi fokus yang tengah dipastikan oleh pihaknya jelang menghadapi Iduladha.
“Barusan kita sudah mulai melepas 156 petugas pemeriksa. Jumlah totalnya nanti 172 orang yang tersebar di 30 kecamatan. Kita ingin memastikan setiap hewan kurban yang disembelih itu sehat dan layak konsumsi,” tegas Erwin di Balaikota Bandung, Senin (19/5).
Baca Juga:Manchester City Siapkan Revolusi Skuad, Rp3,9 Triliun Dibidik untuk Wirtz dan ReijndersPersib Tak Ambil Pusing Soal Aturan Pemain Asing
Keseluruhan petugas tersebut terdiri dari unsur pemerintah, DKM, TNI, hingga tokoh keagamaan seperti MUI, Salman ITB, serta dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat.
Erwin menjelaskan Pemeriksaan dilakukan melalui dua tahap, yakni antemortem (sebelum penyembelihan) dan postmortem (setelah penyembelihan). Pemeriksaan antemortem telah dimulai sejak 15 Mei dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Iduladha.
Sementara pemeriksaan postmortem dilakukan selama hari raya hingga hari tasyrik. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan gigi, kondisi daging, dan gejala-gejala penyakit yang bisa menular.
Erwin juga menekankan pentingnya pelaporan lokasi penjualan hewan kurban oleh para pedagang.
“Kalau tidak melapor ke wilayah, kami akan beri teguran. Semua harus terdata dan diperiksa kesehatannya,” ujar Erwin.
Erwin mengungkapkan Tahun 2025, Pemkot Bandung memperkenalkan sistem identifikasi hewan kurban berbasis barcode dan kalung sehat.
Setiap hewan yang sudah diperiksa akan diberikan kalung dengan barcode unik yang menyimpan informasi kesehatan hewan. Masyarakat cukup memindai barcode tersebut untuk memastikan kelayakan hewan kurban.
Baca Juga:Demi Kesejahteraan, PKS Jabar Dorong Pengesahan RUU Ketahanan KeluargaPedagang Pasar Gedebage Keluhkan Kondisi Sampah Pasca Diguyur Hujan
“Kita bisa pastikan satu kode untuk satu hewan. Tidak bisa dipindah-pindah seperti kalung tahun-tahun sebelumnya. Semua datanya terekam, lengkap dengan foto hewannya, sistem ini juga terintegrasi dengan aplikasi digital berbasis Telkom yang memungkinkan pengawasan lebih ketat dan transparan,” paparnya.
