JABAR EKSPRES – Belum genap satu bulan pasca penyelesaian problematika gunungan sampah di Pasar Gedebage, Para pedagang keluhkan terkait kondisi sampah apabila kawasan tersebut usai diguyur hujan.
Salah satu pedagang Pasar Gedebage, Adar mengungkapkan, imbas berkurangnya pungutan retribusi kebersihan usai kasus pungli merebak. Sampah yang dihasilkan pedagang kerap mengalami keterlambatan pengangkutan.
Sehingga, diakuinya, sampah kerap berserakan di jalan-jalan pasar yang kemudian menyatu dengan genangan hasil guyuran hujan.
Baca Juga:Ganggu Kamtibmas, Belasan Remaja Terjaring Operasi Patroli Gabungan di BanjarYRBK Luncurkan Buku Studi Kebangsaan pada HarBukNas 2025
“Sampah kadang berserakan sampai ketengah jalan karena kebawa air. Awut-awutan, yang ngangkut ga serutin dulu, jadi sampah banyak numpuk didepan jongko,” katanya kepada Jabarekspres, Minggu (18/5).
Dirinya khawatir, kondisi ini bisa berdampak pada berkurangnya pengunjung ke Pasar Gedebage. Sebab, bau tak sedap hingga tertutupnya akses jalan menuju kios-kios akibat genangan banyak dikeluhkan oleh para pembeli.
“Kita ibaratnya yang setiap hari disini liatnya gareleuh. Apalagi pembeli. Belum lagi depan kios kadang suka banjir, okelah kalau air doang, ini mah ada sampah juga. Otomotas pembeli gamau beli di kita,” ungkapnya.
Harapan pun diutarakan oleh salah satu pedagang lain, yakni Mastur. Dirinya tak mempermasalahkan kembali dipungut retribusi asalkan uang tersebut jelas diperuntukan guna penyelesaian sampah.
“Gak masalah kalau harus bayar Rp5.000 misalkan, tapi pengelolaan nya harus jelas. Jangan lepas tanggung jawab. Masalah sampah ini soalnya asa gak beres-beres,” ungkapnya.
Dirinya berharap, permasalahan ini bisa segera diatensi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ia pun meminta agar segala bentuk program yang telah dicanangkan oleh Pemkot terkait pengelolaan sampah di Pasar Gedebage bisa segera direalisasikan. Sebab, hal ini kerap terjadi apabila kawasan tersebut di guyur hujan.
“Harapannya, segera dijalankan lah soal pengelolaan sampah disini. Kalau mau diambil penuh tanggang jawabnya oleh pemkot, jangan setengah-setengah. Kita udah cape dengan kondisi kaya gini,” pungkasnya. (dam)
