JABAR EKSPRES – PT Zurich Topas Life (Zurich Life) menghadirkan Zurich Income Assurance Plan (ZIAP), solusi perlindungan jiwa dwiguna yang fleksibel dan menyeluruh untuk mendukung ketahanan finansial keluarga Indonesia. Melalui ZIAP, Zurich ingin mengajak keluarga di Bandung untuk mempersiapkan masa depan secara lebih optimal, lebih terlindungi, lebih terencana, dan lebih tenang.
Bandung dikenal sebagai pusat industri kreatif, termasuk fashion, desain, dan seni. Di tahun 2024, sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang sekitar 26,32 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bandung.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024, jumlah penduduk Kota Bandung mencapai sekitar 2,51 juta jiwa dengan pemilik asuransi yang jumlahnya masih di bawah 7 persen.
Baca Juga:Info Lokasi Jual Beli Uang Kuno Terlengkap di Indonesia, Transaksi Capai Miliaran Rupiah5 Langkah Mudah Jalani Hidup Sehat dan Bahagia
Menjawab kebutuhan tersebut, ZIAP menawarkan manfaat finansial yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, dengan total Manfaat Tahunan hingga 225 persen dari Uang Pertanggungan serta Manfaat Tahapan hingga 450 persen dari Uang Pertanggungan. Produk ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan penting seperti biaya pendidikan dan dana pensiun.
Presiden Direktur PT Zurich Topas Life, Richard Ferryanto mengatakan, Minimnya kepemilikan asuransi menjadi peluang dan Zurich percaya bahwa setiap keluarga memiliki aspirasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, untuk anak-anak mereka maupun untuk masa pensiun.
“Untuk mewujudkan hal ini, kita juga perlu cermat melihat kondisi yang ada, termasuk ketidakpastian dan tantangan ekonomi. Kami menghadirkan ZIAP untuk memberikan rasa aman dan kepastian bahwa rencana jangka panjang keluarga tetap dapat terlindungi, apapun kondisinya,” ujar Richard.
Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada 2024 tercatat sebesar 4,99 persen berdasarkan data BPS. Angka ini sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,07 persen.
Tekanan biaya hidup tetap terasa dengan beban paling besar berasal dari sektor pendidikan dan kesehatan. Sepanjang 2024, sektor ini menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Indonesia. Kenaikan uang pangkal sekolah mencapai hingga 15 persen per tahun, biaya kuliah juga masuk dalam enam besar komponen inti penyumbang inflasi nasional.
