Mobil Nissan Dianggap Buruk dan Mogokan? Pahami Dulu Penyebabnya

Mobil Nissan Dianggap Buruk dan Mogokan
0 Komentar

Inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa mobil Nissan saat ini sering dianggap lemah dan tidak tahan lama oleh sebagian masyarakat.

Namun, apakah benar Nissan unggul dalam semua aspek? Jawabannya tentu tidak. Nissan juga memiliki kelemahan, terutama pada bagian transmisi CVT (Continuously Variable Transmission)-nya.

Transmisi CVT Nissan banyak mendapatkan kritik, khususnya di Eropa, karena dianggap tidak andal. Salah satu alasan utamanya adalah karena Nissan tidak mengembangkan teknologi CVT-nya sendiri, melainkan bekerja sama dengan pihak ketiga bernama Jatco (Japan Automatic Transmission Company).

Baca Juga:Polemik Ijazah Palsu Jokowi dan Ancaman Pidana Penjara Bila TerbuktiSiap Meluncur, Infinix GT30 Pro Hadir dengan Tombol Gaming dan Desain RGB Menawan

Sayangnya, Jatco dikenal memiliki reputasi buruk dalam memproduksi transmisi CVT. Yang menarik, meskipun banyak pabrikan otomotif juga menggunakan CVT dari Jatco—kecuali Honda, Toyota, dan Mazda—hanya Nissan yang mengalami kerusakan paling banyak dan reputasinya paling terpengaruh karena penggunaan CVT tersebut.

Kerusakan CVT ini menjadi salah satu faktor utama yang merusak citra Nissan, terutama di pasar Eropa.

Lalu, bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Perlu diketahui bahwa mobil-mobil Nissan yang dijual di Indonesia juga menggunakan transmisi CVT dari Jatco. Mengapa dari Jatco? Karena Jatco sebenarnya merupakan anak perusahaan dari Nissan sendiri.

Lantas, di mana letak kelemahannya? Yang pertama adalah dari segi performa. Performa transmisi CVT pada mobil Nissan terasa sangat lambat, bahkan lebih lambat dibandingkan para kompetitor yang tidak menggunakan CVT buatan Jatco. Selain itu, ketahanannya (durability) juga patut dipertanyakan, karena masalah pada CVT sering kali muncul, meskipun bukan berupa kerusakan berat seperti putusnya belt, namun tetap saja ada gangguan—meski lebih ringan.

Selain dari sisi transmisi, masalah umum pada mobil Nissan juga kerap ditemukan pada sistem kelistrikan, bahkan hingga ke unit ECU (Electronic Control Unit) yang sering kali mengalami gangguan. Masalah ini cukup sering terjadi dan sudah dianggap sebagai hal yang umum pada mobil Nissan.

Namun, terlepas dari berbagai kekurangan tersebut, mobil Nissan sebenarnya adalah mobil yang baik dan menyenangkan untuk dikendarai—terutama jika digunakan sejak baru dan hanya dalam jangka waktu sekitar lima tahun. Setelah lewat dari masa itu, pemilik biasanya perlu merogoh kocek lebih dalam untuk proses peremajaan karena harga suku cadang orisinal Nissan memang cukup mahal. Meski demikian, suku cadang orisinal tersebut sangat awet dan memiliki daya tahan yang baik.

0 Komentar