Mobil Nissan Dianggap Buruk dan Mogokan? Pahami Dulu Penyebabnya

Mobil Nissan Dianggap Buruk dan Mogokan
0 Komentar

Perlu diingat, mobil-mobil tersebut sudah cukup lama beredar. X-Trail T30 dirilis sekitar tahun 2001 untuk versi impor, dan 2003 untuk versi rakitan lokal (CKD). Livina L10 diluncurkan sejak 2007 dan berhenti diproduksi sekitar 2013. Sementara Serena C26 juga diluncurkan pada 2013.

Dengan mempertimbangkan usia kendaraan tersebut, maka wajar saja jika mulai muncul berbagai masalah teknis. Namun, hal ini tidak berarti bahwa sejak awal mobil-mobil Nissan tersebut memiliki kualitas yang buruk.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, jelas bahwa mobil-mobil Nissan yang dimaksud sudah berumur lebih dari 10 tahun. Bahkan untuk Nissan X-Trail T30, usianya sudah lebih dari 20 tahun. Namun, sebagian orang mungkin akan membandingkan dengan Toyota Avanza tahun 2005, yang relatif jarang mengalami overheat atau kerusakan di pinggir jalan.

Baca Juga:Polemik Ijazah Palsu Jokowi dan Ancaman Pidana Penjara Bila TerbuktiSiap Meluncur, Infinix GT30 Pro Hadir dengan Tombol Gaming dan Desain RGB Menawan

Namun, pada dasarnya semua kembali kepada perawatan. Menurut kami, mobil yang usianya sudah lebih dari 10 tahun pada dasarnya sudah masuk kategori “mobil mogokan”, yang artinya memerlukan perawatan ekstra dan perhatian lebih detail dalam segala aspek.

Jika berbicara tentang suku cadang dan perawatan, kami setuju bahwa harga suku cadang Nissan memang tergolong mahal. Misalnya, harga kompresor AC untuk Avanza generasi awal saat ini di diler berkisar sekitar Rp2 jutaan. Sementara itu, untuk Nissan Livina L10 keluaran tahun yang sama, harga kompresor AC-nya bisa mencapai Rp5 jutaan di diler resmi.

Contoh lainnya adalah link stabilizer. Untuk Toyota Avanza, harganya di diler sekitar Rp400.000–Rp500.000. Sedangkan untuk Nissan Livina, baik tipe L10 maupun L11 (karena komponen ini sama), harganya bisa mencapai lebih dari Rp700.000 per set.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa harga suku cadang mobil Nissan memang lebih mahal. Karena alasan inilah banyak pengguna mobil Nissan akhirnya memilih menggunakan suku cadang non-orisinal (KW). Dan kita semua tahu, kualitas suku cadang KW tentu tidak setara dengan yang orisinal. Bahkan, suku cadang aftermarket pun biasanya tidak seawet produk asli dari pabrikan, baik dari sisi ketahanan maupun kualitas.

Lebih jauh lagi, saat ini harga mobil bekas Nissan tergolong cukup murah. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat dari kalangan menengah memilih mobil Nissan bekas. Namun, sering kali kalangan ini melakukan perawatan dengan prinsip “mendang-mending”. Misalnya, daripada membeli kompresor AC orisinal seharga Rp5 juta, mereka lebih memilih membeli versi aftermarket seharga Rp2 jutaan untuk menghemat Rp3 juta.

0 Komentar