Alokasi Belanja Audio Visual Tembus Rp1,025 Miliar, Begini Respon Dispusipda Jabar

Ilustrasi masyarakat saat mengunjungi Perpustakaan Dispusipda Jabar.
Ilustrasi masyarakat saat mengunjungi Perpustakaan Dispusipda Jabar.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusipda) Jabar Andri Heriyanto membantah terkait alokasi anggaran audio visual yang tembus Rp 1,025 Miliar. Menurutnya, anggaran itu tidak ada di dinasnya.

Andri menuturkan, anggaran terkait belanja modal bahan perpustakaan di dinasnya hanya senilai Rp 213 juta.

“Itu untuk pengadaan buku,” katanya, Kamis (15/5) petang.

Andri menegaskan, alokasi belanja audio visual itu bisa jadi ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

Baca Juga:Menko Zulhas: KMP Bisa Ajukan Pinjaman Rp 3 Miliar, Pemerintah akan Bentuk Satgas Awasi RealisasiSPMB Bergulir, Komisi IV Kota Bandung Minta Pemkot Lebih Selektif dalam Pelaksanaannya

“Jadi bukan di bidang lain OPD kami. Tapi bisa di OPD lain,” bebernya.

Anggaran pengadaan buku dari Pergeseran APBD itu memang tidak banyak. Tapi akan dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan di dinasnya.

Sebelumnya, Menurut dokumen Pergub No 12 Tahun 2025 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, tercatat ada alokasi belanja modal bahan perpustakaan. Alokasinya dari Rp416 juta menjadi Rp1,453 miliar.

Rincianya, untuk belanja bahan perpustakaan tercetak senilai Rp427 juta. Jika dijabarkan lagi, belanja itu terdiri dari belanja buku umum dari Rp152 juta menjadi Rp343 juta.

Belanja buku agama dari Rp19,8 juta menjadi Rp19 juta. Lalu buku ilmu sosial dari Rp21,8 juta jadi Rp44,2 juta. Dan buku ilmu bahasa Rp20 juta.

Berikutnya selain belanja perlengkapan cetak adalah belanja modal audio visual, nilainya dari Rp202 juta naik menjadi Rp1,025 miliar.(son)

0 Komentar