JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan terus mendorong Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai fondasi ekonomi desa.
Tak tanggung-tanggung, KMP kini bisa mengajukan pinjaman modal usaha hingga Rp3 miliar dengan bunga super ringan hanya 3 persen.
Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas, menjelaskan jika koperasi yang mulai bergerak dan butuh modal bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri Indonesia (BMI) atau Dana Modal Indonesia (DMI).
Baca Juga:SPMB Bergulir, Komisi IV Kota Bandung Minta Pemkot Lebih Selektif dalam PelaksanaannyaX-HIBIT-ION, Pameran Lukisan Abstrak Para Penyintas Kekerasan Seksual
Tapi, bukan berarti semua permintaan dana langsung disetujui. Setiap proposal akan dinilai secara objektif oleh bank.
“Misalnya koperasi ajukan pinjaman Rp 1 miliar, tapi setelah disurvei usaha itu hanya layak Rp 200 juta, ya yang disetujui segitu, harus realistis,” ujar Zulhas saat memberikan sambutan saat menghadiri kegiatan sosialisasi KMP di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (15/5/2025).
Tak hanya itu, untuk memastikan koperasi berjalan baik dan bertanggung jawab, pemerintah juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus di tiap daerah.
Satgas ini nantinya bertugas untuk mengawasi, membimbing, dan memastikan semua proses berjalan sesuai aturan.
“Strukturnya pun sudah dirancang matang. Di tingkat provinsi, Gubernur akan menjadi ketua Satgas, didampingi Sekda sebagai wakil ketua, dan kepala dinas koperasi sebagai sekretaris. Di level kabupaten/kota, peran ini dipegang oleh Bupati atau Wali Kota,” katanya.
Pembentukan Satgas ini bukan sekadar rencana. Zulhas menegaskan, semua Satgas harus terbentuk paling lambat akhir Juni 2025, karena Presiden telah menjadwalkan peluncuran serentak pada 12 Juli 2025.
“Kemudian pada 28 Oktober 2025, koperasi harus sudah jalan. Bangunannya berdiri, sembako tersedia, kendaraan operasional siap. Ini perintah Presiden langsung,” tegasnya.
Baca Juga:Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Asia-Pasifik, Indonesia Serukan Perkuat Multilarisme di Pertemuan ADBJalin Kerja Sama Menguntungkan, Indonesia-Argentina Perkuat Ekspor Impor
Zulhas juga mengingatkan jika pinjaman yang diberikan bukan sekadar bantuan, tapi peluang untuk membangun kemandirian desa.
“Kita ingin koperasi jadi alat pembelajaran. Bukan sekadar menerima dana, tapi belajar mengelola dan tumbuh dari situ,” tutupnya.
