Gelombang PHK Semakin Melonjak di 2025, Seruan Boikot Jadi Pemicu?

Ilustrasi pekerja di pabrik. (ist)
Ilustrasi pekerja di pabrik. (ist)
0 Komentar

“Kita akan melakukan pemetaan komprehensif untuk mengetahui factor-faktor lonjakan PHK, termasuk soal dampak dari aksi boikot, sebelum menentukan arah mitigasi yang akan dilakukan,” ujar Anwar.

Dari sudut pandang keisleman, forum bahtsul masail bertajuk ‘Menyoal Aksi Bikot Produk-Produk Diduga Terafiliasi Israel’ yang digelar Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyimpulkan bahwa boikot hanya dibenarkan jika menyasar perusahaan yang terbukti secara factual dan nyata mendukung atau mendanai agresi dan genosida Israel terhadap Palestina.

“Forum ini digelar dengan prinsip ilmiah dan kehati-hatian dalam menyikapi isu boikot. Kami ingin melestarikan tradisi ilmiah dalam memutuskan sesuatu, sehingga tidak hanya dari katanya-katanya. Tugas ulama adalah penuh rahmat, menjauhkan umat dari kebingungan,” tegas Sekretaris LBM PWNU DKI, KH . Ahmad Fuad dalam forum Bahtsul Masail tersebut.

Baca Juga:PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum di Indonesia Regulatory Compliance Awards 2025  136 Titik Kumpul Sampah di Kota Bandung Telah Terangkut, Pemkot: Bakal Dimusnahkan Mesin Insinerator 

Dalam forum tersebut, Ahmad Fuad, menekankan pentingnya tradisi ilmiah dalam memutuskan sesuatu, sehingga tidak hanya berdasarkan katanya-katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta, Emka Farah Mumtaz, mengingatkan bahwa forum bahtsul masail tersebut sekadar diskusi dan dialog akademis, dan bukan merupakan hasil pandangan atau pegangan yang diluncurkan oleh PWNU.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih berhati-hati dan cermat dalam menanggapi isu, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

0 Komentar