Kisah Inspiratif Polisi di Lembang, Bripka Taufan Nyambi Jadi Guru Ngaji

Bripka Muhammad Taufan Rizky, anggota polisi di Polsek Lembang saat tengah mengajar di Pesantren Daarul Huda Al-Azis. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Bripka Muhammad Taufan Rizky, anggota polisi di Polsek Lembang saat tengah mengajar di Pesantren Daarul Huda Al-Azis. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Latar belakang mendirikan pondok pesantren di sini karena prihatin dengan kondisi lingkungan sekitar. Kami ingin membantu masyarakat tidak mampu, menyediakan fasilitas yang memungkinkan anak-anak belajar agama,” ungkapnya.

Karena keterbatasan ruangan, pengajaran agama masih memanfaatkan aula yang sekaligus difungsikan sebagai tempat ibadah para santri. Hal itu terpaksa dilakukan demi memangkas biaya operasional seperti untuk makan, listrik dan sebagainya yang mencapai Rp5 juta perbulan.

“Sementara ini yang paling urgent adalah masjid agar ada ruangan terpisah biar anak-anak lebih fokus belajarnya, kendala lainnya paling sulit air bersih kalau musim hujan,” ucapnya.

Baca Juga:Wamendagri Tekankan Kekuatan Fiskal di Munas Apeksi 2025: Tantangan Serius Bagi Setiap DaerahPenuh Pengamanan, Laga Persib vs Barito Putera di GBLA Dijaga 1.237 Personel Gabungan

Terkait hadirnya anggota polisi membantu pengajaran diapresiasi dan didukung pihak pondok pesantren karena para santri dibekali ilmu yang membuat mereka melek hukum.

“Pendidikan agamanya dapat, ilmu kehidupan bermasyarakat juga dapat, jadi lebih selaras, ada warna baru dalam aktivitas para santri,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar