Ekonomi Kian Sulit, Ribuan Pekerja Hotel di Jabar Dapat Pengurangan Jam Kerja

Ketua PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi. (foto/ANTARA)
Ketua PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi. (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ribuan pekerja perhotelan di Jawa Barat terpaksa harus mendapatkan pengurangan jam kerja dampak dari tekanan global dan efisiensi anggaran pemerintah.

Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat mencatat sekitar 3000 pekerja perhotelan di Jawa Barat yang mendapatkan pengurangan jam kerja tersebut.

Ketua PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi mengatakan di tengah situasi saat ini, di mana dengan adanya tekanan global dan ditambah ada aturan penghematin anggaran pemerintah untuk acara di hotel, okupansi semua tingkatan hotel rata-rata 35 persen. Hal tersebut cukup berat untuk hotel beroperasi sehingga diperlukan Langkah strategis.

Baca Juga:Genjot PAD, Bupati Jeje Perkuat Promosi Destinasi Wisata UnggulanLuna Maya dan Maxime Boutter Sah Menikah, Bukti Cinta Tak Pandang Usia

Aturan ini pun hanya berlaku untuk pekerja yang berstatus karyawan tetap.

“Untuk saat ini, pekerja harian sudah tidak diperpanjang lagi kecuali saat ramai sekali. Kemudian pekerja kontrak juga ada yang sudah habis dan tidak dipekerjakan lagi. Nah, sisanya ini yang pekerja tetap, mereka sekarang bergantian harinya,” kata Dodi.

Dodi juga mengatakan para pelaku usaha perhotelan melakukan kebijakan pengurangan jam kerja dengan sistem masuk tiga atau empat hari saja dalam sepekan. Tujuannya, agar tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

0 Komentar