JABAR EKSPRES – Keberadaan terminal dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat mobilitas dan aksesibilitas masyarakat, termasuk mendorong perkembangan ekonomi hingga pendidikan.
Sayangnya, kawasan Bandung Timur yang saat ini merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat, bahkan menjadi akses lintas alias penghubung berbagai daerah, justru tidak difasilitasi terminal.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi mengatakan, keberadaan Terminal Cileunyi dinilai sangat penting.
Baca Juga:Lakukan Pengrusakan saat Aksi May Day di Bandung, Polda Jabar Terus Buru Pelaku LainnyaPembangunan Sekolah Rakyat Masih Terkendala Luas Lahan, Ini Kata Dinsos Kota Bandung!
“Apalagi di sana (Bandung Timur) banyak objek strategis. Tidak jauh dari situ ada Jatinangor banyak kampus, kemudian banyak juga pabrik di Rancaekek,” terangnya.
Diketahui, kawasan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk pangkalan armada transportasi umum alias terminal, kini statusnya hanya lahan kosong.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, Terminal Cileunyi aktif digunakan dan resmi statusnya hanya sampai 2021 lalu.
Sekarang ini lahan kosong yang mampu menampung sejumlah kendaraan untuk mangkal itu, statusnya bukan lagi Terminal Cerminal.
Seiring waktu, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bandung bagian Timur pun mulai berkembang, seperti dibuatnya awal Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).
Sejak mulai beroperasinya Tol Padaleunyi sekira pada 1990 lalu, armada bus antar kabupaten/kota yang semula kerap mangkal pun secara bertahap tidak lagi masuk Terminal Cileunyi.
Adapun kendaraan umum yang masih memanfaatkan keberadaan Terminal Cileunyi kala itu, hanya angkot, elf hingga bus 3/4 jurusan Cileunyi-Cililin saja.
