JABAR EKSPRES – Pemain Timnas Indonesia, Rafael Struick hanya main 10 kali bersama dengan Brisbane Roar.
Rafael Struick yang menjadi andalan lini depan Timnas Indonesia zaman Shin Tae-yong harus menerima kenyataan pahit di Liga Australia.
Hal tersebut karena Rafael Struick lebih banyak absen ketimbang bermain bersama dengan Brisbane Roar di A League.
Baca Juga:Waspada! Ini Daftar Pinjol Ilegal yang Resmi Dikeluarkan OJK per Mei 2025, Jangan TerjebakBisa Jadi Ladang Cuan! Ini 5 Tanda Tempat yang Mengandung Emas, Apa Saja?
Data dari Transfermarkt menunjukan bahwa pemain berusia 22 tahun ini hanya bermain sebanyak 10 kali sejak bergabung.
Rafa mencatatkan 239 menit bermain dari 10 penampilan dan hanya mampu untuk mencetak satu gol saja untuk Brisbane.
Tercatat ia mulai bergabung dengan Brisbane Roar pada September 2024 setelah memutuskan hengkang dari ADO Den Haag.
Padahal Ado Den Haag merupakan tim yang berkompetisi di kasta kedua Liga Belanda alias Eerste Devisie.
Alih-alih mencari menit bermain dengan hijrah ke A League, Rafa justru malah lebih sering tak masuk skuad tim.
Rafa bahkan terakhir kali masuk ke dalam daftar susunan pemain pada 15 Maret 2025 saat menghadapi Perth Glory.
Kompetisi A League atau Liga Australia ini sekarang sudah rampung dan Brisbane Roar berada di peringkat ke 12 dari 13 tim.
Baca Juga:Ternyata Ini Ciri-ciri Uang Koin Kuno Indonesia yang Asli dan Palsu, Jangan Sampai TerkecohTyronne del Pino Dirumorkan Tinggalkan Persib, Susul Ciro Alves Gabung Malut United?
Apakah Rafael Struick Akan Hijrah ke Liga 1?
Hijrah ke Liga 1 memang bisa menjadi solusi bagi Rafa untuk bisa mendapatkan menit bermain reguler.
Hanya saja dari sisi kualitas kompetisi, tentu bisa dikatakan tidak akan sebaik Liga Australia atau A League.
Meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa pemain yang berposisi sebagai sayap kiri ini hijrah ke salah satu klub Indonesia.
Mengingat kontraknya bersama dengan Brisbane Roar akan segera berakhir pada 30 Juni 2025.*
