4. Berat Batu Sesuai Ukuran
Berat juga menjadi indikator penting dalam menilai keaslian batu akik. Batu akik asli cenderung memiliki berat yang sesuai dengan ukurannya.
Jika batu terasa terlalu ringan atau terlalu berat secara tidak wajar, bisa jadi batu tersebut telah dicampur dengan bahan lain atau bahkan palsu.
5. Tahan Air dan Tidak Mengelupas
Salah satu cara sederhana untuk mengecek keaslian batu akik adalah dengan merendamnya dalam air. Batu akik asli tidak akan mengalami perubahan warna, tidak mengelupas, dan tidak meninggalkan residu saat direndam.
Baca Juga:Harga Emas Anjlok Tajam! Hari Ini Turun Rp 33.000 per Gram6 Ciri Penting Koin Kuno yang Bisa Laku Jutaan Rupiah di Pasaran
Jika batu berubah warna atau lapisannya terkelupas, maka besar kemungkinan batu tersebut palsu.
6. Memancarkan Energi Positif
Banyak kolektor mempercayai bahwa batu akik asli memiliki energi alami yang mampu memberikan efek positif bagi pemiliknya.
Beberapa jenis batu dipercaya bisa membawa ketenangan, keberuntungan, hingga memperkuat aura spiritual.
Meski sulit dibuktikan secara ilmiah, keyakinan ini membuat batu akik yang dianggap “berenergi” menjadi incaran kolektor.
7. Asal Usul dan Jenis yang Jelas
Ciri terakhir dari batu akik yang langka dan bernilai tinggi adalah jenis dan asalnya yang jelas. Beberapa batu akik populer seperti Bacan (Maluku Utara), Giok Aceh, Yaman Habasyi, Kalimaya Banten, hingga Kecubung Kalimantan sudah dikenal luas karena kualitas dan sejarahnya.
Batu dari daerah atau tambang tertentu biasanya memiliki karakteristik unik yang tidak bisa ditiru oleh batu dari tempat lain.
