4. Uang Kertas Rp500 Tahun 1992 (Gambar Orang Utan)
Uang Rp500 edisi 1992 memperlihatkan gambar orang utan, hewan endemik kebanggaan Indonesia. Meski usianya belum terlalu tua dibandingkan uang kuno lainnya, keberadaan uang ini makin sulit ditemukan. Tak heran kalau harganya kini bisa melonjak tinggi, terutama untuk lembaran yang masih terjaga baik.
Untuk uang kertas Rp500 ini, harga jualnya bisa bervariasi antara Rp1,5 juta hingga Rp50 juta per lembar, tergantung pada kondisi dan kelangkaannya.
5.Uang Kertas Rp10.000 Seri “For The Children of The World” Tahun Emisi 1999
Uang kertas Rp10.000 seri ini dikeluarkan pada tahun 1999 dengan tema “For The Children of The World.”
Baca Juga:Batu Akik Seharga Mobil? Ini 10 Batu Paling Mahal di Indonesia yang Jadi Incaran Kolektor!Daftar HP dengan Kamera Triple Terbaik 2025, Mulai dari Harga 1 Jutaan
Meskipun cukup baru, uang ini baru saja dicabut edarannya oleh Bank Indonesia. Itu artinya, uang ini kini menjadi barang langka yang dicari-cari oleh kolektor.
Harganya pun sangat fantastis, sekitar Rp29,5 juta per lembar! Bisa dibilang, uang ini bukan sekadar uang, melainkan juga sebuah benda koleksi berharga yang bisa jadi investasi yang menguntungkan di masa depan.
6. Uang Kertas 50 Gulden Wayang dari Zaman Penjajahan Belanda
Selain uang kertas Rp1.000 Gulden, ada juga uang kertas 50 Gulden yang juga berasal dari zaman penjajahan Belanda.
Uang ini memiliki gambar wayang yang menjadi simbol budaya Indonesia. Nilai uang kertas ini bisa mencapai sekitar Rp94 juta per lembar, terutama jika kondisinya masih terjaga dengan baik dan memiliki sertifikat keaslian. Uang ini menjadi salah satu barang koleksi yang dicari oleh para kolektor di Indonesia dan luar negeri, karena tidak hanya langka, tetapi juga memiliki nilai historis yang sangat tinggi.
Kenapa Uang Kertas Kuno Bisa Bernilai Mahal?
Lalu, kenapa sih uang kertas kuno bisa memiliki harga yang begitu tinggi? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi harganya, antara lain:
KelangkaanUang-uang kertas kuno ini sudah tidak beredar lagi di masyarakat, membuatnya menjadi barang langka yang dicari oleh para kolektor. Semakin sedikit jumlahnya, semakin tinggi pula nilai jualnya.
