“Misaeng” sangat realistis menggambarkan tantangan di dunia kerja, mulai dari bos yang perfeksionis, rekan kerja yang sulit diajak kompromi, hingga rasa tidak percaya diri saat menghadapi tekanan.
Tidak ada kisah cinta yang berlebihan di sini, hanya perjuangan manusia biasa yang ingin bertahan dan menemukan tempat di dunia ini. Drama ini benar-benar mewakili perjuangan banyak orang di usia 20-30an.
4. Reply 1988 (2015-2016)
“Reply 1988” adalah salah satu drama slice of life paling ikonik, karena berhasil membawa penonton bernostalgia ke era 80-an di Korea Selatan.
Baca Juga:iPad Air 13 2025 Akan Hadir? Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya!Motorola Moto Watch Fit, Smartwatch Terjangkau Cuman 1 Jutaan?
Drama ini berpusat pada kehidupan lima keluarga di lingkungan Ssangmun-dong, dengan kisah sederhana namun penuh kehangatan.
Lewat karakter seperti Sung Deok-sun (Hyeri), Choi Taek (Park Bo-gum), dan Jung-hwan (Ryu Jun-yeol), drama ini menggambarkan hubungan keluarga, persahabatan, cinta pertama, serta impian masa muda.
“Reply 1988” tidak hanya tentang kisah individu, tetapi tentang bagaimana komunitas kecil bisa menjadi support system dalam suka dan duka. Setiap episode membawa tawa, air mata, dan banyak pelajaran hidup.
5. When Life Gives You Tangerines (2025)
Berlatar di Pulau Jeju pada tahun 1960-an, drama ini menggambarkan kisah cinta pertama yang manis namun menyisakan luka mendalam.
Ae Sun (diperankan oleh IU) adalah putri seorang penyelam haenyeo yang dikenal keras kepala namun berhati hangat.
Di sisi lain, Gwan Sik (Park Bo Gum), anak seorang pedagang ikan, diam-diam selalu ada untuk Ae Sun sejak mereka masih kecil.
Dari aksi nekat mencuri ikan demi membuat Ae Sun tersenyum hingga menjadi pelindung setianya saat dewasa, kehadiran Gwan Sik tak pernah jauh dari hidup Ae Sun.
Baca Juga:5 Uang Kuno Indonesia yang Mahal dan Paling Dicari KolektorSpesifikasi Tablet Vivo Pad 5 Pro yang Siap Rilis!
Kisah mereka bukan sekadar tentang cinta, melainkan tentang perjuangan menghadapi kehidupan yang keras, keterbatasan yang mengekang, dan impian yang harus dikorbankan ketika takdir mengambil alih.
