Kerja sama ini membuka kesempatan bagi peserta yang terpilih di tingkat nasional akan bersaing di tingkat regional dan global. Sebanyak 10 tim terbaik yang terpilih melalui seleksi tingkat global akan menjadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador. Mereka akan mendapat kesempatan memperkenalkan ide-ide inovatif mereka dan bertukar-pikiran serta pengalaman dengan peserta dari seluruh dunia bertepatan dengan ajang Olimpiade Musim Dingin 2026.
SFT 2025 menantang para peserta untuk mengeksplorasi dan memilih satu dari dua fokus tema utama, yaitu pertama, Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Sustainability via Technology) yang berfokus pada Ekonomi Sirkular, mendorong peserta untuk mengeksplorasi peran pendekatan STEM dalam menjaga dan memulihkan lingkungan melalui pengurangan limbah, penggunaan ulang, daur ulang, dan regenerasi sumber daya.
Tema ini mengajak peserta untuk mencari solusi teknologi yang dapat mengurangi dampak pencemaran, mendukung proses bahan organik seperti makanan atau agricultural, dan meningkatkan pengelolaan sampah plastik menjadi listrik di Indonesia dan dunia, dan lain sebagainya.
Baca Juga:Sepakat Usung Kembali Rahayu Saraswati Menjadi Ketum Tidar JabarPusaka 2025 Siap Majukan UMKM Jabar ke Panggung Internasional
Tema kedua, Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga (Social Change through Sport & Tech), merupakan tema baru tahun ini yang mendorong generasi muda untuk menciptakan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi untuk menjadikan olahraga sebagai bagian pendidikan dan gaya hidup semua orang, termasuk inklusivitas bagi perempuan dan penyandang disabilitas.
Tema ini bertujuan untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam akses olahraga dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan kesempatan yang lebih inklusif. Data WHO menunjukkan bahwa lebih dari 1 miliar orang di dunia hidup dengan disabilitas, dan sekitar 1 dari 3 perempuan merasa terhalang untuk berpartisipasi dalam olahraga karena keterbatasan fasilitas dan budaya.
Kedua tema ini juga sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mengembangkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor. Pengembangan talenta AI menjadi kunci dalam mendorong kemajuan nasional.
Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si, Direktur KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, berkata, “Pengembangan AI adalah bagian penting dari transformasi digital nasional. Melalui inisiatif seperti SFT bagi siswa dan mahasiswa, kami mendukung lahirnya talenta-talenta muda yang akan menjadi motor penggerak inovasi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga ekonomi. Kami mendukung penuh upaya kolaboratif ini demi menyiapkan generasi masa depan yang adaptif dan unggul di era teknologi.”
