“Ini memang diambil dari wawacan Sulanjana, kita padukan antara penari pemula dan senior. Jadi kita lihat kemampuan anak-anak juga,” ungkapnya.
Syntya juga membocorkan rencana sanggar tampil di kancah internasional. Tahun ini, mereka dijadwalkan mengikuti event di Malaysia pada Juni atau Juli dalam ajang Jaipong Penca, sebagai bagian dari hari tradisi dan kolaborasi budaya.
Sanggar Tari Mutiara sendiri berdiri secara legal pada 2015. Meskipun kegiatan sudah berjalan sebelumnya, baru sejak itu mereka benar-benar aktif.
Baca Juga:Hujan Deras Disertai Angin di KBB Picu Bencana di Berbagai TitikWarga Terdampak Pergeseran Tanah di Ngamprah Menanti Bantuan Pemerintah
Fokus utama mereka adalah tarian tradisional, namun mulai 2019 juga merambah modern dance. Saat ini, sanggar tersebut memiliki sekitar 300 anggota, dengan 200–250 orang yang aktif latihan.
Bagi Syntya, seni dan budaya adalah warisan yang wajib dijaga, khususnya oleh generasi muda.
“Kalau bukan sekarang mau kapan? Kalau bukan kita, siapa lagi? Saya percaya seni tradisi bisa tetap menarik dan relevan jika dikemas dengan cara yang kreatif.” tegasnya.
Sementara itu, para penari muda yang akan tampil di Bali mengungkapkan rasa bangga dan semangat mereka. Suci Triani Putri (19), Gina Yulianti (17), dan Selly Puja (17) berbagi cerita soal tantangan dan pengalaman mereka.
Suci menjelaskan bahwa tarian yang akan dibawakan bergenre Sendra Tari, semacam drama tari tanpa dialog yang bercerita tentang tokoh Sulanjana.
“Kita pilih dancernya siapa jadi tokoh utama, siapa musuh, siapa prajurit. Lalu kita gabungin dan mulai latihan adegan demi adegan,” ujarnya.
Ia bergabung ke Sanggar Mutiara sejak umur 14 tahun dan memang sudah mencintai tari sejak kecil.
Baca Juga:Rp18 miliar Dipersiapkan Disnaker Kota Bandung Guna Tekan Angka PengangguranPemprov Tutup Tambang Ilegal di Desa Jati Cianjur
“Pernah juara sih, tapi baru di tingkat kabupaten atau kota,” tambahnya.
Untuknya, tampil di Bali adalah kesempatan besar bagi Suci, terlebih sebelumnya ia pernah tampil juga di ajang yang sama.
“Senang banget, dapat pengalaman dan ilmu baru,” katanya dengan wajah ceria.
Gina pun tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Meski demikian, dia tetap bertekad memberikan penampilan yang terbaik.
“Grogi iya, tapi senang banget juga. Ini kan ajang internasional, jadi harus kasih yang terbaik,” ujarnya.
Gina akan memerankan prajurit dalam Sendra Tari dan harus tampil gagah seperti laki-laki.
