JABAR EKSPRES – Sebuah momen bersejarah akan hadir di Kabupaten Bogor. Untuk pertama kalinya, Mahkota Raja Pajajaran Binokasih akan singgah dan bermalam di bumi Tegar Beriman pada 21 April 2025.
Kedatangan mahkota legendaris ini menjadi istimewa karena terakhir kali berada di Bogor adalah pada masa akhir pemerintahan Prabu Suryakancana, sebelum akhirnya berpindah ke Sumedang. Kini, mahkota emas peninggalan kerajaan Sunda Galuh dan Pajajaran ini akan kembali menyapa masyarakat Bogor dalam rangkaian kirab budaya dan acara seni.
Mahkota Binokasih sendiri dibuat pada tahun 700 Masehi, diprakarsai oleh Bunisora Suradipati, Raja Kerajaan Galuh, setelah kematian Prabu Linggabuana dalam Perang Bubat. Mahkota ini pertama kali dikenakan oleh Niskala Wastu Kancana, yang saat itu baru berusia tujuh tahun dan naik takhta menggantikan ayahnya.
Baca Juga:Perjuangan Terbayar: Ribuan ASN di Bandung Barat Resmi DilantikUpdate Kasus Oknum Dokter Kandungan di Garut, Polisi berhasil Tangkap Terduga Pelaku!
Dalam perjalanannya, Mahkota Binokasih menjadi simbol pemersatu dua kerajaan besar: Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda, yang kemudian dikenal sebagai Kerajaan Sunda Pajajaran di bawah pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Pusat kerajaan pun dipindahkan dari Ciamis ke Pakuan Pajajaran (kini wilayah Bogor), bersama dengan mahkota keramat tersebut.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan antusiasmenya menyambut kedatangan mahkota bersejarah ini.
“Sebentar lagi kita akan kedatangan Mahkota Binokasih pada 21 April. Ini jadi momen penting dan menarik, bukan hanya bagi Kabupaten Bogor, tapi juga masyarakat yang ingin menyaksikan langsung jejak sejarah Sunda Pajajaran,” ujar Rudy pada Rabu (16/4).
Mahkota Binokasih dijadwalkan bermalam satu malam di Kabupaten Bogor, sebelum kembali ke Keraton Sumedang pada 22 April 2025. Lokasi acara utama akan berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, lengkap dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti wayang golek.
“Awalnya acara direncanakan di Auditorium Setda, tapi kami pindahkan ke Tegar Beriman agar masyarakat bisa menyaksikan langsung. Ini bukan hanya kirab, tapi juga ruang edukasi dan kebanggaan akan budaya Sunda,” tambah Rudy.
Kirab Mahkota Binokasih diharapkan menjadi simbol kembalinya nilai-nilai sejarah dan budaya yang membentuk identitas masyarakat Tatar Sunda, khususnya di Kabupaten Bogor.
