JABAR EKSPRES – Aplikasi Next 15 yang beberapa waktu lalu santer diisukan bakal scam, kini malah makin gencar melakukan promosi.
Padahal sebelumnya, aplikasi ini suah nyaris ditinggalkan anggotanya karena sempat libur penarikan hingga 20 hari, hingga muncul isu SCAM.
Libur dari tanggal 22 Maret hingga 8 April 2025 itu membuat banyak membernya ketakutan bakal benar-benar tidak bisa menarik hingga selamanya, mengingat sebelumnya ada juga aplikasi yang scam setelah mengalami libur lama.
Baca Juga:Tampil Solo, Lisa dan Jennie Sukses Guncang Panggung Coachella 2025Sampai Kapan Batas Puasa Sunah Syawal Boleh Dilakukan? Cek Jadwalnya di Sini
Aplikasi yang mengklaim sebagai penghasil uang dengan cara menonton video iklan ini, kini membernya banyak membuat postingan promosi di sosial media.
Salah satu yang mendapat banyak perhatian dari netizen adalah postingan di grup Next 15 Kuningan di Facebook dengan nama akun Lina Nasution yang mengunggah poastingannya apda 12 April lalu.
Dalam postingannya dia mempromosikan aplikasi Next 15 dengan mengunggah beberapa foto dan juga bukti pencairan.
“Alhamdulillah bersyukur bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga besar Next 15. Bukan sekedar janji tapi memberikan bukti yang nyata bagi unden, maju terus Next 15 dan tetap berkomintmen membantu perekonomian ibu2 yang ingin dapat penghaslan meski tinggal dirumah,” tulisnya.
Ada juga postingan lain yang juga mempromosikan Next 15 meski secara terselubung. seperti postingan akun facebook Ahyar Ksb yang diunggah tanggal 12 April 2025.
Dia membagikan pengalamannya yang menyesal ikut program FB Pro yang tidak banyak menghasilkan, dibandingkan ikut Next 15.
“Kalau di next 15 deposit cuma 1jta 500 ribu untuk jaminan 1 thn, saya baru masuk 10 hari di next 15, Alhamdulillah udah saya tarik uang 700 ribu, mendingan saya pokus di next 15,” tulisnya.
Baca Juga:ENHYPEN Tampil Perdana Di Coachella 2025, Rambut Merah Heeseung Langsung Trending Jadi Pencarian GlobalTembus 818 Anggota, Kerugian Korban Aplikasi AKQA Diprediksi Lebih dari Rp25 Miliyar
Postingan promosi seperti ini mulai ramai lagi di sosial media, padahal aplikasi ini sudah menunjukkan banyak bukti-bukti sebagai penipuan investasi.
Beberapa tanda-tanda sebagai money game ponzi juga sudah sangat jelas terlihat, sayangnya masih banyak membernya yang tidak mempedulikan peringatan yang diberikan para influenser.
Bahkan banyak yang menantang para influenser tersebut, karena hingga kini aplikasi masih bisa mengeluarkan keuntungan atau profit untuk membernya.
