Kunjungan ke Pasar Baru Bandung Menurun Jelang Lebaran, Ini Penyebabnya!

Pengunjung membeli pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Rabu (26/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pengunjung membeli pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Rabu (26/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suasana berbeda terlihat di pusat perbelanjaan Pasar Baru Kota Bandung. Jika sebelumnya, selama perayaan jelang Lebaran, pasar ini bisa menarik hingga 40 ribu pengunjung, kali ini jumlahnya hanya mencapai 20 ribu pengunjung saja.

“Puncaknya itu kemarin, Sabtu minggu kemarin itu sampai 20 ribu, itu paling tinggi. Tapi kan kalau lagi normal dulu bisa sampai 30-40 ribu kan,” kata Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suherwaman, Rabu (26/3)

Meski sudah memasuki libur Lebaran, Iwan menyebutkan jumlah pengunjung yang datang ke Pasar Baru hanya sekitar 8 ribu orang.

Baca Juga:Harga Daging Sapi Terus Merangkak Naik, Diprediksi Tembus Rp150 Ribu Jelang LebaranTerminal Cicaheum Kota Bandung Masih Landai dari Aktivitas Pemudik

Ia mengungkapkan bahwa hal ini merupakan dampak dari melemahnya daya beli masyarakat yang tengah tertekan oleh kondisi ekonomi.

“Artinya memang tadi itu karena daya beli masyarakat yang benar-benar sedang lemah. Kalau dilihat sekarang itu hanya sekitar 5-8 ribu pengunjung,” ujarnya.

Menurut Iwan, fenomena ini terbilang baru bagi pusat perbelanjaan tersebut.

Biasanya, pada minggu kedua bulan puasa hingga menjelang Lebaran, kawasan tersebut dipenuhi pengunjung dan kendaraan yang parkir di sekitar lokasi.

Namun, sejak minggu kedua puasa hingga saat ini, Pasar Baru masih terbilang sepi.

“Biasanya, patokannya kalau bulan puasa itu satu minggu itu sepi kan. Nah, biasanya minggu ke-2 sampai hari Raya H-1 itu keramaian sudah luar biasa. Nah ini ada fenomena baru, sampai minggu ke-2 bulan puasa kemarin Pasar Baru itu masih sepi kan seperti itu,” ungkapnya.

Meski demikian, Iwan memprediksi lonjakan kunjungan ke Pasar Baru bakal terjadi di H-2 jelang Idulfitri.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah mempersiapkan berbagai sarana prasana pendukung untuk mendukung aktivitas berbelanja para pengunjung.

Baca Juga:Program Rumah untuk Guru, Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Akses Perumahan Terjangkau bagi Guru di Seluruh IndonesiaPerbankan Daerah dan Syariah: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang Inklusif

Selain itu, dirinya menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan berbagai macam perhiasan mencolok, guna menghindari hal yang tak diinginkan.

“Ya imbauan saya ke pengunjung yang datang ke pasar baru itu jangan menyolok memakai perhiasan. Sehingga bisa menimbulkan niat jahat dari orang lain. Yang kedua juga tolong bawaan, lalu tas juga harus simpan di depan, jangan di belakang atau di punggung,” himbaunya.

0 Komentar