JABAR EKSPRES – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung berhasil mengungkap kasus pengeroyokan terhadap seorang juru parkir di Cimaung, Kabupaten Bandung, yang terjadi pada Minggu, 16 Maret 2025 petang.
Dalam waktu kurang dari tiga jam, polisi berhasil menangkap satu pelaku yang diketahui merupakan anggota geng motor.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, membenarkan penangkapan tersebut dan menjelaskan bahwa korban meninggal dunia akibat luka-luka serius yang dideritanya setelah dikeroyok oleh sekelompok pelaku.
Baca Juga:Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi untuk 120.067 Guru PAI Sebelum Idul Fitri 2025Kemendag Sanksi 66 Pelaku Usaha yang Langgar Aturan Minyakita
“Saat ini, kami masih memburu pelaku lainnya yang identitasnya sudah kami kantongi,” ujar Aldi, Senin (17/3).
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, ketika korban sedang menjalankan tugasnya sebagai juru parkir.
Tiba-tiba, sekelompok orang datang dan langsung menyerang korban dengan brutal.
Warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut segera merekam dan membagikan video yang kemudian viral di media sosial.
Kombes Pol Aldi menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aksi kriminalitas, termasuk yang dilakukan oleh geng motor.
“Kami pastikan, para pelaku lainnya akan segera kami tangkap. Kami tidak akan mentolerir aksi kekerasan di wilayah hukum Polresta Bandung,” tegasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial, seorang juru parkir (Jukir) di salah satu minimarket di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung dikeroyok sejumlah orang pada Minggu (16/3) sore.
Dalam video yang beredar terlihat beberapa orang masuk ke dalam minimarket dan membuat takut para pembeli serta petugas minimarket.
Baca Juga:Belanja Pegawai Capai 19 Persen, PA Cimahi Tegaskan Transparansi AnggaranBINA Lebaran 2025: Program Belanja Nasional untuk Perkuat Ekonomi dan Pariwisata
Namun tak berselang lama para pelaku ini langsung melakukan pengeroyokan secara membabi buta kepada korban dengan menggunakan berbagai benda, baik tumpul maupun tajam.
Korban pun terlihat tak berdaya setelah pengeroyokan tersebut hingga akhirnya dibiarkan tergeletak berlumuran darah di dalam minimarket dengan barang-barang yang berserakan.
Diketahui juga atas kejadian itu, korban yang berinisial RS (24) akhirnya meninggal dunia sebelum dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
