JABAR EKSPRES – Pemerintah mengambil langkah tegas dengan menyegel empat bangunan yang diduga menjadi penyebab banjir di Jakarta dan Bogor belakangan ini.
Penyegelan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan penegakan aturan terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh bangunan tersebut.
Keempat bangunan yang disegel adalah Pabrik Teh Ciliwung, Hibisc Fantasy, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas, dan Eiger Adventure Land.
Baca Juga:Satpol PP KBB Gerebek Warung Makan yang Buka Siang Hari Saat RamadanDedi Mulyadi Tegaskan Pembongkaran untuk Pelanggar Aturan, Tak Ada Toleransi!
Proses penyegelan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa keputusan penyegelan ini berawal dari banyaknya laporan masyarakat tentang dampak banjir yang besar akibat keberadaan bangunan-bangunan tersebut.
“Kami menerima banyak aduan dari masyarakat, dan dampak banjir yang luar biasa ini memerlukan penegakan hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujar Zulhas.
Di tempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menambahkan bahwa terdapat indikasi unsur pidana terkait pembangunan keempat bangunan tersebut.
Proses penyidikan kini sedang dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai hal ini.
“Jadi indikasi pidananya sudah ada. Jadi kami akan menuntut dua hal terkait dengan semua tenant yang disita oleh pak Menko dan pak Gubernur,” kata Hanif.
Menurutnya, bangunan-bangunan tersebut diduga berkontribusi pada bencana banjir yang menyebabkan kerugian material yang besar serta menelan korban jiwa, salah satunya Asep Mulyana (59) yang terbawa arus banjir sejauh 7-8 km dan ditemukan pada 3 Maret 2025 di sekitar Bendung Ciawi.
Baca Juga:Wali Kota Banjar Serahkan 1.525 Bantuan Modal Usaha MikroPrabowo Tegaskan Pemilihan Tim Terbaik untuk BPI Danantara Tanpa Titipan
Pemerintah pusat, menurut Hanif, harus segera bertindak lebih serius agar kejadian serupa tidak terulang.
Apalagi, masyarakat juga perlu sadar akan lingkungan, agar bencana tidak terjadi dari hulu ke hilir.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk mengembalikan penataan ruang dan alam di Jawa Barat demi keselamatan masyarakat, tidak hanya di Bogor, tetapi juga di Jakarta.
