JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan pernyataan tegas terkait tindakan terhadap pelanggar aturan di wilayahnya.
Dedi menegaskan bahwa siapapun yang melanggar akan menghadapi pembongkaran, seperti yang terjadi dengan PT Jaswita.
“Saya katakan gini loh, gausah nyebut nama, siapapun yang melanggar kita bongkar,” tegas Dedi kepada wartawan di Puncak Bogor, pada Kamis (6/3/2025).
Baca Juga:Wali Kota Banjar Serahkan 1.525 Bantuan Modal Usaha MikroPrabowo Tegaskan Pemilihan Tim Terbaik untuk BPI Danantara Tanpa Titipan
Dedi menjelaskan bahwa langkah pertama yang akan diambil adalah mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan serta mengembalikan lahan yang terdampak ke kondisi semula, yakni lebih asri dan hijau.
Hal ini dilakukan demi memastikan penataan ruang yang baik dan memberikan keselamatan bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya untuk warga Jawa Barat, tapi juga untuk warga Jakarta,” tegasnya.
Orang nomor satu di Jabar itu juga menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta untuk memperkuat komunikasi, mengingat Jawa Barat berperan sebagai “palang pintu” Jakarta dalam hal pengelolaan wilayah.
Dedi pun menyoroti pembangunan vila dan properti serupa di daerah Puncak Bogor, yang dianggap sebagai penyebab masalah.
“Kenapa? Kalau kemudian sekarang airnya ke Jakarta ya karena mereka cari tempat untuk tidur untuk itu pemerintah Provinsi Jabar akan berjalan manakala semua pihak memiliki kesadaran dan hari ini sudah mendapat supporting dari Menko Pangan, Menteri Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Gubernur Jabar ini juga mengungkapkan bahwa pembongkaran PT Jaswita yang beroperasi di Puncak Bogor telah dimulai pada hari yang sama.
Baca Juga:Kejagung Imbau Masyarakat Tidak Tinggalkan Pertamina di Tengah Kasus Dugaan KorupsiRamadan 2025, Baznas Targetkan Rp545 Miliar Zakat dan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza
Pembongkaran ini dilakukan karena perusahaan tersebut diduga melanggar berbagai peraturan, termasuk pelanggaran terkait lingkungan dan izin lokasi yang melebihi ketetapan.
Dedi menambahkan bahwa pembangunan tempat wisata Hibisc Fantasy di atas sungai telah menjadi penyebab banjir yang melanda perkampungan di bawahnya.
“Sungai itu mengalir ke kampung di bawah, itulah penyebab banjir di sana. Ketinggiannya juga salah,” tukasnya.
